Pajak

NJOP adalah: pengertian, fungsi, dan bedanya dengan harga pasar

Ilustrasi: NJOP adalah: pengertian, fungsi, dan bedanya dengan harga pasar
Ilustrasi konsep untuk panduan ini, bukan foto properti atau lokasi tertentu.

Jawaban singkatNJOP adalah nilai jual objek pajak yang menjadi dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan. Angkanya tercantum pada SPPT PBB dan dapat berbeda dari harga pasar atau harga transaksi. Untuk menilai kewajaran harga properti, bandingkan NJOP dengan kondisi fisik, lokasi, transaksi pembanding, dan hasil appraisal yang relevan.

NJOP itu apa? Pengertian dan kepanjangan NJOP

NJOP itu apa? NJOP adalah singkatan dari Nilai Jual Objek Pajak. Ini adalah nilai yang dipakai pemerintah daerah sebagai dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), yaitu pajak tahunan atas tanah dan bangunan yang kamu miliki, kuasai, atau manfaatkan.

Singkatannya sering ditulis dengan cara berbeda-beda, tetapi maknanya satu. "NJOP", "NJOP PBB", dan "nilai jual objek pajak" menunjuk angka yang sama. Yang perlu dibedakan justru satuannya: NJOP total untuk seluruh objek pajak, dan NJOP per meter persegi untuk satu meter tanah atau bangunan. Perbedaan keduanya dibahas di panduan NJOP per meter.

Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta menjelaskan NJOP sebagai harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli lahan yang terjadi secara wajar. Kalau di suatu area tidak ada transaksi jual beli yang bisa dijadikan acuan, NJOP ditentukan lewat tiga jalur pengganti:

  • Perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis di sekitarnya.
  • Nilai perolehan baru, yaitu perkiraan biaya membangun ulang objek tersebut dalam kondisi baru.
  • NJOP pengganti di sekitarnya, yang dipakai ketika dua pendekatan di atas tidak memungkinkan.

Definisi yang sama tertulis di undang-undang. Pasal 1 angka 36 UU Nomor 1 Tahun 2022 menyebut NJOP sebagai harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar, dan bila tidak ada transaksi jual beli, NJOP ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis, nilai perolehan baru, atau NJOP pengganti[4].

Jadi NJOP bukan angka yang muncul dari satu transaksi tunggal. Ia adalah hasil penilaian massal oleh pemerintah daerah atas ribuan objek pajak sekaligus, lalu dituangkan menjadi nilai per objek.

Ringkasan berikut merangkum NJOP dalam delapan baris, masing-masing dengan dasar hukumnya:

NJOP dalam satu tabel (UU 1/2022 dan Bapenda DKI Jakarta, diperiksa 9 Oktober 2026)
PertanyaanJawaban singkatDasar
Kepanjangan NJOPNilai Jual Objek PajakUU 1/2022 Pasal 1 angka 36[4]
Dipakai untuk pajak apaDasar pengenaan PBB-P2 (pajak bumi dan bangunan tahunan)UU 1/2022 Pasal 40 ayat (1)[4]
Bagaimana angkanya ditentukanLewat proses penilaian PBB-P2UU 1/2022 Pasal 40 ayat (2)[4]
Siapa yang menetapkan besarannyaKepala daerah (bupati atau wali kota; di DKI, gubernur)UU 1/2022 Pasal 40 ayat (7)[4]
Seberapa sering ditetapkanSetiap 3 tahun, kecuali objek pajak tertentu yang dapat ditetapkan setiap tahun. DKI Jakarta menetapkannya setiap 1 tahunUU 1/2022 Pasal 40 ayat (6)[4]; Bapenda DKI[2]
KomponennyaNJOP Bumi (tanah) ditambah NJOP Bangunan, tercantum terpisah di SPPTRincian SPPT di Pajak Online DKI[5]
Perannya di BPHTBBatas bawah: kalau nilai perolehan tidak diketahui atau lebih rendah daripada NJOP tahun perolehan, BPHTB dihitung dari NJOPUU 1/2022 Pasal 46 ayat (3)[4]
Sama dengan harga pasar?Tidak. NJOP adalah nilai hasil penilaian untuk pajak, harga pasar lahir dari negosiasi satu transaksiUU 1/2022 Pasal 40 ayat (2)[4]
Poin pentingNJOP terdiri dari dua bagian yang dinilai terpisah: NJOP Bumi (tanah) dan NJOP Bangunan. Keduanya dijumlahkan menjadi NJOP total objek pajak, dan dua-duanya tercantum di SPPT PBB.

Siapa yang menetapkan NJOP?

NJOP untuk rumah dan tanah di perkotaan ditetapkan oleh pemerintah daerah, bukan oleh pembeli, penjual, agen properti, atau bank. PBB-P2 sendiri adalah pajak daerah yang pemungutannya diselenggarakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kabupaten/kota, dengan payung hukum Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) beserta peraturan daerah turunannya.

Konsekuensinya, ketentuan teknis NJOP bisa berbeda antar kota. Sebagai contoh yang bisa diverifikasi, Bapenda DKI Jakarta menyatakan bahwa dasar pengenaan PBB-P2 di Jakarta merupakan NJOP, NJOP ditetapkan berdasarkan proses penilaian PBB-P2, dan NJOP ditetapkan setiap 1 (satu) tahun. Frekuensi peninjauan, format pengumuman, dan besaran nilai pengurangnya diatur di masing-masing daerah, jadi jangan menyamakan aturan satu kota dengan kota lain.

Karena NJOP ditetapkan sepihak oleh pemerintah daerah lewat penilaian, kamu sebagai wajib pajak tidak bisa "menawar" NJOP saat bertransaksi. Yang bisa kamu lakukan adalah mengajukan pembetulan atau keberatan ke Bapenda setempat kalau ada kekeliruan data objek (misalnya luas tanah atau luas bangunan yang tercatat salah).

Apa fungsi NJOP? Dasar PBB dan batas bawah BPHTB

NJOP punya dua fungsi utama yang langsung menyentuh dompet pemilik dan pembeli properti.

1. Dasar pengenaan PBB-P2

Ini fungsi paling dikenal. Setiap tahun, tagihan PBB yang muncul di SPPT dihitung dari NJOP objekmu, bukan dari harga beli rumah atau harga pasar terkini. Kalau NJOP di kawasanmu naik, tagihan PBB ikut naik walaupun kamu tidak melakukan apa-apa terhadap rumahmu.

2. Pembanding harga transaksi di BPHTB

Saat rumah atau tanah berpindah tangan, pembeli wajib membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dasar pengenaannya adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP), yang untuk jual beli berarti harga transaksi. Namun kalau harga transaksi yang dilaporkan lebih rendah daripada NJOP, maka NJOP-lah yang dipakai sebagai dasar pengenaan.

Aturan ini penting dipahami pembeli. Menuliskan harga transaksi di bawah NJOP demi menekan pajak tidak akan berhasil, karena kantor pajak daerah akan tetap memakai NJOP sebagai lantai perhitungan. Rumus lengkap dan contoh hitungannya ada di panduan BPHTB adalah.

IngatNJOP menentukan berapa PBB tahunanmu, dan menjadi batas bawah perhitungan BPHTB saat properti berpindah tangan.

Bagaimana NJOP dipakai menghitung PBB?

Alur perhitungan PBB-P2 secara umum berjalan seperti ini: NJOP total dikurangi nilai pengurang yang disebut NJOPTKP (Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak), lalu hasilnya dikalikan tarif PBB-P2 yang berlaku di daerah tersebut. Sebagian daerah menambahkan satu lapis lagi, yaitu persentase NJOP yang digunakan untuk perhitungan.

DKI Jakarta bisa dipakai sebagai contoh konkret karena ketentuannya dipublikasikan Bapenda. Di Jakarta:

KomponenKetentuan di DKI Jakarta
Dasar pengenaanNJOP, ditetapkan setiap 1 tahun lewat proses penilaian[2]
NJOPTKPRp 60.000.000 untuk setiap wajib pajak. Bila punya lebih dari satu objek di DKI, NJOPTKP hanya diberikan atas salah satu objek per tahun pajak[2]
NJOP untuk perhitungan40% untuk objek hunian, 60% untuk selain hunian, dihitung dari NJOP setelah dikurangi NJOPTKP (Pergub 17/2024)[3]
Tarif PBB-P20,5%. Untuk lahan produksi pangan dan ternak, 0,25% (Perda Nomor 1 Tahun 2024)[2]

Ilustrasi: kalau ketentuan Jakarta di atas diterapkan pada sebuah rumah tinggal dengan NJOP total Rp 1.200.000.000, urutan hitungnya begini:

  • NJOP dikurangi NJOPTKP: Rp 1.200.000.000 dikurangi Rp 60.000.000 sama dengan Rp 1.140.000.000.
  • Ambil persentase hunian 40%: Rp 1.140.000.000 dikali 40% sama dengan Rp 456.000.000.
  • Kalikan tarif 0,5%: Rp 456.000.000 dikali 0,5% sama dengan Rp 2.280.000 per tahun.

Perlu ditegaskan, angka-angka di tabel dan contoh di atas adalah ketentuan DKI Jakarta, bukan aturan nasional yang berlaku otomatis di semua kota. NJOPTKP, persentase, dan tarif di kotamu ditetapkan lewat peraturan daerah masing-masing, dan sebagian daerah tidak memakai lapisan persentase sama sekali. Cek ke Bapenda setempat sebelum menghitung sendiri, atau cukup baca angka final PBB terutang yang sudah tercetak di SPPT-mu, karena angka itu sudah melewati semua lapisan perhitungan yang berlaku di daerahmu.

Kalau kamu ingin melihat kedua pajak sekaligus, termasuk batas maksimal tarif menurut undang-undang dan contoh hitung BPHTB ketika harga transaksi berada di bawah NJOP, lanjutkan ke panduan NJOP, PBB, dan BPHTB. Kalau yang kamu cari adalah asal-usul angkanya, mulai dari Zona Nilai Tanah sampai perkalian dengan luas, baca panduan cara menghitung NJOP per meter.

Perhitungan tagihan tahunan untuk rumah tinggal dibahas lebih rinci di panduan PBB rumah.

Apa beda NJOP dan harga pasar?

Ini bagian paling sering disalahpahami, dan paling mahal akibatnya kalau salah. NJOP bukan harga pasar. Keduanya adalah dua angka berbeda yang lahir dari proses berbeda dan dipakai untuk tujuan berbeda.

NJOP dibandingkan harga pasar
AspekNJOPHarga pasar
Siapa yang menentukanKepala daerah, lewat proses penilaian PBB-P2[4]Kesepakatan satu penjual dan satu pembeli
Cara dibentukRata-rata transaksi wajar, atau perbandingan objek sejenis, nilai perolehan baru, atau NJOP pengganti[1]Negosiasi atas satu objek pada satu waktu
Seberapa sering berubahDitetapkan setiap 3 tahun, atau setiap tahun untuk objek tertentu[4]. DKI Jakarta setiap tahun[2]Bisa berubah kapan saja
Dipakai untukDasar PBB-P2 dan batas bawah BPHTB[4]Harga di akta jual beli, yang menjadi dasar BPHTB bila tidak lebih rendah dari NJOP[4]
Tempat melihatnyaSPPT PBB atau kanal e-SPPT Bapenda[5]Tidak ada dataset resmi publik per meter persegi per area
  • NJOP lahir dari penilaian administratif pemerintah daerah untuk keperluan pemungutan pajak. Nilainya ditetapkan secara massal per zona, dimutakhirkan secara berkala, dan berlaku seragam untuk objek-objek yang dianggap sejenis dalam satu zona.
  • Harga pasar lahir dari negosiasi nyata antara satu penjual dan satu pembeli pada satu waktu. Ia dipengaruhi kondisi bangunan, posisi kavling, lebar jalan di depan rumah, kondisi tetangga, urgensi penjual, sampai suasana hati pembeli.

Karena itu dua rumah bersebelahan dengan luas sama bisa punya NJOP identik tapi laku di harga yang berbeda jauh. Sebaliknya, NJOP yang naik tidak otomatis berarti rumahmu laku lebih mahal, dan NJOP yang rendah tidak berarti rumahmu murah.

Selisih antara keduanya lahir dari tiga hal yang melekat pada cara NJOP dibentuk:

  • Penilaian massal, bukan per unit. Pemerintah daerah menilai ribuan objek sekaligus per zona, sehingga karakter unik satu rumah (misalnya menghadap taman atau berada di ujung gang buntu) tidak selalu tertangkap.
  • Pemutakhiran berkala, bukan real time. NJOP ditinjau dan ditetapkan dalam siklus tertentu, sementara harga pasar bergerak setiap saat mengikuti permintaan, suku bunga, dan sentimen.
  • Tujuan yang berbeda. NJOP dipakai untuk menghitung pajak, dan pajak dirancang untuk stabil dan bisa diprediksi. Harga pasar tidak punya kewajiban seperti itu.
Jangan lakukan iniJangan memakai NJOP sebagai satu-satunya patokan menawar atau memasang harga jual. NJOP tidak dirancang sebagai penilaian pasar dan tidak menggantikan appraisal bank atau jasa penilai publik.

Lalu untuk apa NJOP dalam konteks transaksi? Ia berguna sebagai titik pijak awal, bukan kesimpulan. NJOP memberi tahu kamu nilai yang diakui negara atas tanah di zona itu, dan itu bisa dipakai sebagai salah satu sinyal saat menakar kewajaran harga penawaran. Kalau sebuah kavling ditawarkan jauh di bawah NJOP-nya, itu justru sinyal untuk mengecek lebih dalam (status hak, sengketa, akses jalan). Cara memakai NJOP secara sehat untuk menakar harga bisa kamu baca di halaman harga properti.

Perlu diketahui juga, di Indonesia tidak ada dataset resmi publik yang memuat harga transaksi pasar per meter persegi per area. Angka "harga tanah per m2" yang beredar di banyak portal adalah harga penawaran atau estimasi, bukan data resmi. Itulah alasan NJOP milikmu sendiri (yang bisa kamu buka dari SPPT) tetap menjadi rujukan paling konkret yang benar-benar dikeluarkan pemerintah.

Di mana NJOP tercantum di SPPT PBB?

Sumber utama NJOP adalah SPPT PBB (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang), dokumen yang terbit setiap tahun untuk setiap objek pajak. Di dalamnya tercantum:

  • NOP (Nomor Objek Pajak), kode unik yang menjadi identitas objek pajakmu.
  • Luas bumi dan luas bangunan yang tercatat.
  • NJOP Bumi dan NJOP Bangunan, lalu NJOP total.
  • NJOPTKP dan PBB terutang tahun berjalan beserta tanggal jatuh temponya.

Urutan membacanya, dari atas ke bawah:

  1. Cocokkan NOP dan alamat objek dengan rumah yang kamu maksud. Satu orang bisa punya beberapa SPPT untuk beberapa objek.
  2. Cek Luas Bumi dan Luas Bangunan. Kalau berbeda jauh dari sertifikat atau kondisi nyata, catat untuk diajukan pembetulan.
  3. Baca NJOP Bumi dan NJOP Bangunan, lalu NJOP total sebagai jumlah keduanya. Angka total inilah dasar pengenaan PBB-P2[4].
  4. Lihat NJOPTKP dan PBB terutang. Angka PBB terutang sudah melewati semua lapisan hitung yang berlaku di daerahmu.

Dari NJOP total ke angka per meter

NJOP total adalah angka untuk seluruh objek. Angka per meter persegi tanahnya didapat dari NJOP Bumi dibagi Luas Bumi, dan angka per meter bangunan dari NJOP Bangunan dibagi Luas Bangunan. Jangan membagi NJOP total dengan luas tanah, karena nilai bangunan ikut terhitung sebagai nilai tanah. Konsepnya dibahas di panduan NJOP per meter, dan langkah melihatnya dari hasil cek online ada di bagian cara melihat NJOP per meter.

Kalau SPPT fisik hilang atau kamu ingin mengecek dari rumah, banyak Bapenda kini menyediakan kanal online untuk melihat detail SPPT berbekal NOP. DKI Jakarta, misalnya, menyediakan menu Informasi SPPT PBB di portal Pajak Online. Saat kami periksa pada 9 Oktober 2026, formulirnya meminta NOP PBB-P2 sesuai SPPT dan NIK e-KTP pengguna, lalu menampilkan rincian NOP, luas, NJOP bumi, NJOP bangunan, NJOP, NJOPTKP, sampai PBB yang harus dibayar[5]. Tangkapan layar alurnya dan daftar kanal resmi per wilayah kami rangkum di panduan cek NJOP online.

Saat beli rumahMinta salinan SPPT PBB tahun berjalan dari penjual sebelum akad. Dokumen ini bukan cuma bukti pajak lunas, tapi juga sumber NJOP yang akan dipakai notaris/PPAT untuk memvalidasi BPHTB dan biaya balik nama.

Kalau NJOP di SPPT terasa keliru

Kadang NJOP yang tercantum di SPPT terasa tidak masuk akal, misalnya luas bangunan yang tercatat masih memakai data lama padahal sebagian sudah dirobohkan, atau satu bidang yang sudah dipecah menjadi beberapa kavling tapi masih tercatat sebagai satu objek. Dalam situasi seperti ini, kamu tidak bisa dan tidak perlu "menawar" NJOP, tetapi kamu punya jalur resmi untuk memperbaikinya.

Pasal 95 UU Nomor 1 Tahun 2022 menegaskan bahwa ketentuan umum dan tata cara pemungutan pajak daerah mencakup, antara lain, pengurangan, pembetulan, dan pembatalan ketetapan, keberatan, serta gugatan. Artinya, secara hukum memang tersedia mekanisme untuk memperbaiki ketetapan pajak daerah, termasuk yang menyangkut objek PBB-P2. Perincian tata caranya diatur lebih lanjut lewat peraturan pemerintah dan aturan daerah, sehingga langkah teknis dan tenggat waktunya perlu kamu tanyakan langsung ke Bapenda tempat objek berada.

Yang membedakan pembetulan yang sah dari "pengurusan" yang menyesatkan adalah dasarnya. Pembetulan yang sah selalu berpijak pada koreksi data objek yang memang keliru, dan diajukan dengan bukti. Sebaliknya, tawaran untuk "menurunkan NJOP" tanpa dasar perubahan data, apalagi lewat perantara yang menjanjikan hasil pasti, patut kamu curigai. NJOP ditetapkan lewat proses penilaian pemerintah daerah, bukan lewat lobi.

Langkah yang bisa kamu tempuh kalau menemukan kejanggalan:

  • Cocokkan dulu data di SPPT dengan kondisi nyata objek: luas tanah, luas bangunan, dan alamat. Sumber salah yang paling sering justru ada di sini.
  • Kumpulkan bukti pendukung, misalnya sertifikat, surat ukur, atau dokumen pemecahan bidang, sebelum datang ke kantor pajak daerah.
  • Ajukan permohonan pembetulan atau keberatan langsung ke Bapenda kabupaten/kota tempat objek berada, dan tanyakan tenggat serta persyaratannya di loket resmi.
  • Simpan tanda terima permohonanmu sebagai bukti bahwa proses sudah berjalan.
Hindari caloJangan mengeluarkan uang kepada pihak yang menjanjikan bisa "mengurus" penurunan NJOP tanpa perubahan data objek. Jalur resmi pembetulan bertumpu pada bukti, bukan pada koneksi.

Salah kaprah yang sering terjadi

"NJOP naik berarti properti saya untung"

Tidak selalu. NJOP naik berarti dasar pengenaan pajakmu naik, sehingga PBB tahunan kemungkinan ikut naik. Keuntungan riil baru terwujud kalau ada pembeli yang benar-benar membayar lebih tinggi dari harga belimu.

"Kalau harga transaksi ditulis lebih rendah, BPHTB jadi lebih murah"

Tidak berlaku. Kalau harga transaksi lebih rendah dari NJOP, dasar pengenaan BPHTB tetap memakai NJOP. Menulis harga tidak sesuai kenyataan di akta juga berisiko secara hukum bagi kedua pihak.

"NJOP itu ditetapkan pusat, sama di semua kota"

Tidak. PBB-P2 adalah pajak daerah. NJOP, NJOPTKP, dan tarifnya ditetapkan pemerintah kabupaten/kota lewat peraturan daerah, jadi angkanya berbeda antar wilayah.

"NJOP bisa dinegosiasikan supaya pajak lebih ringan"

Tidak bisa. NJOP ditetapkan pemerintah daerah lewat proses penilaian, bukan lewat kesepakatan dengan wajib pajak. Yang bisa diajukan adalah pembetulan kalau data objek yang tercatat memang keliru, misalnya luas bangunan yang sudah dirobohkan tapi masih terdata, atau bidang yang sudah dipecah tapi belum diperbarui. Ajukan lewat Bapenda setempat dengan membawa bukti, bukan lewat perantara yang menjanjikan "pengurusan" NJOP.

"SPPT PBB lunas berarti sertifikatnya aman"

Dua hal yang berbeda. SPPT dan bukti lunas PBB membuktikan kewajiban pajak atas objek itu sudah dibayar, tapi tidak membuktikan status hak, keaslian sertifikat, atau bebasnya objek dari sengketa dan hak tanggungan. Pemeriksaan itu dilakukan lewat pengecekan sertifikat di Kantor Pertanahan.

"NJOP menentukan plafon KPR saya"

Tidak. Bank memakai hasil appraisal (penilaian internal atau penilai independen) untuk menentukan nilai agunan dan plafon kredit, bukan NJOP. Untuk memperkirakan cicilan dan kebutuhan uang muka, pakai simulasi KPR, dan untuk memetakan total dana tunai yang harus disiapkan di luar DP, pakai kalkulator biaya beli rumah.

Terakhir, saat properti benar-benar berpindah nama, NJOP juga ikut bermain di komponen biaya administrasi pertanahan. Rinciannya ada di panduan biaya balik nama sertifikat tanah.

Pertanyaan umum

Apa itu NJOP dan apa kepanjangannya?

NJOP adalah singkatan dari Nilai Jual Objek Pajak, yaitu nilai yang dipakai pemerintah daerah sebagai dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan. Angkanya ditetapkan lewat proses penilaian, tercantum di SPPT PBB, dan juga menjadi batas bawah perhitungan BPHTB saat properti berpindah tangan.

Bagaimana cara menghitung NJOP?

NJOP Bumi adalah luas bumi dikali NJOP Bumi per meter persegi, NJOP Bangunan adalah luas bangunan dikali NJOP Bangunan per meter persegi, lalu keduanya dijumlahkan menjadi NJOP objek pajak. Angka per meternya sendiri ditetapkan pemerintah daerah lewat proses penilaian, jadi yang bisa kamu hitung sendiri hanyalah sisi perkaliannya.

Apakah NJOP sama dengan harga jual rumah?

Tidak. NJOP adalah nilai administratif yang ditetapkan pemerintah daerah lewat proses penilaian untuk keperluan pajak (PBB-P2), sedangkan harga jual terbentuk dari negosiasi antara penjual dan pembeli. Keduanya sering berbeda dan tidak ada aturan yang mewajibkan NJOP sama dengan harga pasar.

Siapa yang menetapkan NJOP?

Pemerintah daerah (kabupaten/kota) lewat Badan Pendapatan Daerah, karena PBB-P2 adalah pajak daerah. Di DKI Jakarta, Bapenda menyatakan NJOP ditetapkan berdasarkan proses penilaian PBB-P2 dan ditetapkan setiap satu tahun.

Di mana saya bisa melihat NJOP rumah saya?

Di SPPT PBB tahun berjalan. Dokumen itu memuat NOP, luas bumi dan bangunan, NJOP bumi, NJOP bangunan, NJOP total, NJOPTKP, dan PBB terutang. Banyak Bapenda juga menyediakan kanal online untuk mengeceknya berbekal NOP.

Kenapa BPHTB saya dihitung dari NJOP, bukan dari harga beli?

Dasar pengenaan BPHTB adalah nilai perolehan objek pajak, yang untuk jual beli berarti harga transaksi. Namun bila harga transaksi lebih rendah daripada NJOP, yang dipakai sebagai dasar pengenaan adalah NJOP.

Sumber
  1. Bapenda DKI Jakarta - Informasi Tentang NJOP PBB-P2 - Definisi NJOP: harga rata-rata transaksi jual beli wajar, perbandingan harga objek sejenis, nilai perolehan baru, atau NJOP pengganti (data diverifikasi 3 Oktober 2026)
  2. Bapenda DKI Jakarta - Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan - Dasar pengenaan PBB-P2 adalah NJOP, NJOP ditetapkan setiap 1 tahun, NJOPTKP Rp 60 juta, tarif 0,5% (Perda 1/2024) (data diverifikasi 3 Oktober 2026)
  3. Bapenda DKI Jakarta - Persentase NJOP untuk Perhitungan PBB-P2 (Pergub 17/2024) - Persentase NJOP untuk perhitungan: 40% hunian, 60% selain hunian (data diverifikasi 3 Oktober 2026)
  4. UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD (naskah lengkap, JDIH BPK) - Payung hukum PBB-P2 dan BPHTB sebagai pajak daerah (data diverifikasi 9 Oktober 2026)
  5. Pajak Online DKI Jakarta - Informasi SPPT PBB-P2 - Formulir meminta NOP PBB-P2 sesuai SPPT dan NIK e-KTP pengguna; rincian SPPT: NOP, luas bumi/bangunan, NJOP bumi, NJOP bangunan, NJOP, NJOPTKP, PBB terutang (data diverifikasi 9 Oktober 2026)

Cara kami memilih sumber, memeriksa angka, dan menerima koreksi dijelaskan di kebijakan editorial.