Simulasi KPR:
hitung cicilannya dulu.
Tanpa daftar, tanpa tunggu sales. Setelah dapat angka yang pas, simpan simulasimu atau langsung konsultasi lewat WhatsApp.
Lanjutkan ke cek kelayakan penghasilan, hitung biaya beli rumah, bandingkan subsidi vs komersial, atau kalau angkanya sudah pas, ajukan KPR.
Estimasi metode anuitas. Penghasilan minimal memakai aturan cicilan maksimal 35% penghasilan. Suku bunga acuan mengikuti BI-Rate dan produk resmi bank penyalur (BI-Rate). Angka final ditentukan bank.
Angka yang perlu kamu bandingkan.
Hasil simulasi menampilkan cicilan bulanan, pokok pinjaman, uang muka, penghasilan minimum, dan total pembayaran. Pokok pinjaman berasal dari harga rumah setelah dikurangi DP. Cicilan lalu dihitung dengan metode anuitas berdasarkan bunga dan tenor yang kamu pilih. Contoh bawaan memakai rumah Rp500 juta, DP 20%, tenor 15 tahun, dan bunga 7,5% per tahun, sehingga pembaca tetap memperoleh contoh perhitungan meski JavaScript tidak berjalan.
Rumus anuitasnya adalah A = P × r × (1 + r)n ÷ ((1 + r)n - 1). A adalah angsuran bulanan, P adalah pokok pinjaman setelah DP, r adalah bunga bulanan atau bunga tahunan dibagi 12, dan n adalah jumlah bulan. Untuk contoh bawaan, P sebesar Rp400.000.000, r sebesar 7,5% ÷ 12, dan n sebanyak 180 bulan menghasilkan angsuran sekitar Rp3.708.049 per bulan.
Jangan menilai kemampuan hanya dari cicilan. Bandingkan juga uang muka dan total pembayaran sampai tenor berakhir. Tenor lebih panjang biasanya menurunkan cicilan bulanan, tetapi memperbesar akumulasi pembayaran. Sebaliknya, DP lebih besar mengurangi pokok pinjaman dan cicilan. Gunakan hasil ini sebagai kisaran awal, lalu cocokkan dengan simulasi resmi bank karena bunga promosi, bunga mengambang, appraisal, provisi, asuransi, dan biaya akad dapat mengubah angka akhir.
| Skenario | Pokok pinjaman | Tenor | Bunga | Cicilan per bulan |
|---|---|---|---|---|
| Contoh bawaan | Rp400.000.000 | 15 tahun | 7,5% | Rp3.708.049 |
| Tenor lebih panjang | Rp400.000.000 | 20 tahun | 7,5% | Rp3.222.373 |
| Bunga lebih tinggi | Rp400.000.000 | 15 tahun | 10% | Rp4.298.420 |
Bagaimana menghitung skenario bunga floating?
Jangan memakai bunga promosi untuk seluruh tenor. Hitung sedikitnya dua skenario: periode fixed memakai bunga penawaran bank, lalu periode floating memakai asumsi yang lebih tinggi dan masukkan sisa pokok pada awal periode tersebut sebagai P baru. Contoh sederhana di tabel memperlihatkan bahwa pokok Rp400 juta pada 15 tahun naik dari sekitar Rp3,71 juta per bulan pada 7,5% menjadi sekitar Rp4,30 juta pada 10%. Angka bank dapat berbeda karena jadwal perubahan bunga dan sisa pokok aktual.
Data BI-Rate Bank Indonesia · Buku Perbankan OJK
Pertanyaan umum.
Bagaimana cara kerja simulasi KPR ini? +
Kalkulator memakai metode anuitas: cicilan tetap tiap bulan sepanjang tenor. Kamu geser harga rumah, persen DP, tenor, dan suku bunga, lalu angka cicilan, penghasilan minimal, dan total bayar dihitung otomatis.
Apakah angka cicilan ini pasti sama dengan bank? +
Tidak persis. Ini estimasi metode anuitas untuk perencanaan. Bank bisa memakai skema bunga fixed lalu floating, biaya provisi, dan hasil appraisal yang membuat angka final berbeda. Pakai simulasi ini untuk tahu kisaran, bukan angka mutlak.
Berapa suku bunga KPR yang harus saya pakai? +
Untuk KPR komersial, isi sesuai penawaran bank incaranmu (umumnya bunga fixed di awal). Untuk KPR subsidi (FLPP), bunganya 5% flat sepanjang tenor sesuai aturan Kementerian PUPR.