Simulasi KPR BNI: Tabel Angsuran per Plafon dan Tenor
Apa itu simulasi KPR BNI
Simulasi KPR BNI adalah perkiraan angsuran bulanan atas fasilitas BNI Griya sebelum kamu benar-benar mengajukan kredit. BNI menyediakan fitur simulasi resmi lewat tab Simulasi di halaman BNI Griya, dan kamu sebaiknya memakainya. Tetapi kalkulator mana pun hanya mengeluarkan satu angka tanpa menunjukkan asalnya, dan itu masalah kalau kamu sedang memutuskan utang belasan tahun.
Halaman ini menempuh jalur sebaliknya: menunjukkan rumusnya, mengerjakan contohnya langkah demi langkah, lalu menyusun tabel siap pakai. Dengan begitu kamu bisa mengecek ulang hasil kalkulator mana pun, termasuk kalkulator kami di simulasi KPR, memakai angkamu sendiri.
Empat angka yang harus kamu kunci dulu
- Harga properti. Pakai harga transaksi yang disepakati, bukan harga penawaran yang biasanya masih bisa dinegosiasikan.
- Uang muka. Selisih harga properti dan uang muka itulah plafon pinjamanmu, dan plafon inilah yang masuk rumus, bukan harga rumahnya.
- Suku bunga. Bagian tersulit, karena tarif BNI Griya berbeda menurut jenis developer, masa fixed, dan komitmen tenor. Bagian suku bunga BNI Griya di bawah membedah tabelnya.
- Tenor. Untuk pembelian rumah tinggal, rumah susun, flat, atau apartemen, baik baru maupun seken, BNI mencantumkan tenor maksimal 30 tahun. Untuk ruko atau rukan dan kavling siap bangun, maksimalnya 10 tahun.
Tenor maksimal di brosur bukan berarti tersedia untukmu. Syarat BNI menyebut usia maksimal saat kredit lunas adalah 55 tahun atau sesuai usia pensiun untuk pegawai dan karyawan, serta 65 tahun untuk wiraswasta dan profesional. Karyawan berusia 35 tahun karena itu realistisnya hanya punya ruang sekitar 20 tahun, bukan 30 tahun. Hitung mundur dari batas usia lebih dulu, baru masukkan tenornya ke rumus.
Kalau kamu belum tahu harga rumah yang masuk akal untuk penghasilanmu, urutannya justru dibalik: cek dulu kelayakan KPR dari gajimu, baru cari rumah di kisaran harga yang muncul. Metode hitung terbaliknya ada di rumah KPR: cara hitung kesanggupan beli dari gaji.
Rumus angsuran dan contoh hitungnya
KPR memakai metode anuitas. Nominal angsuran dibuat tetap sepanjang satu periode bunga, tetapi komposisinya bergeser: porsi bunga besar di awal dan porsi pokok membesar mendekati akhir tenor. Rumusnya:
| Simbol | Artinya |
|---|---|
| P | Plafon pinjaman, yaitu harga properti dikurangi uang muka |
| i | Bunga per bulan, yaitu bunga efektif per tahun dibagi 12, dalam bentuk desimal |
| n | Jumlah bulan, yaitu tenor dalam tahun dikali 12 |
| Angsuran | P × [ i × (1 + i)n ] / [ (1 + i)n − 1 ] |
Sekarang kerjakan satu contoh sampai selesai. Misalkan rumah seharga Rp625 juta, uang muka 20% atau Rp125 juta, sehingga plafon pinjaman Rp500 juta. Tenor 15 tahun. Bunga 8,50% efektif per tahun.
- Cari i. 8,50% dibagi 12 sama dengan 0,708333% per bulan, atau 0,00708333 dalam desimal.
- Cari n. 15 tahun dikali 12 sama dengan 180 bulan.
- Hitung (1 + i)n. 1,00708333 dipangkatkan 180 sama dengan 3,56265334.
- Hitung pembilang. 500.000.000 dikali 0,00708333 dikali 3,56265334 sama dengan 12.617.730,56.
- Hitung penyebut. 3,56265334 dikurangi 1 sama dengan 2,56265334.
- Bagi. 12.617.730,56 dibagi 2,56265334 sama dengan 4.923.697,79, dibulatkan menjadi Rp4.923.698 per bulan.
Cara mengecek bahwa hasilnya benar: uraikan bulan pertama. Bunga bulan pertama adalah Rp500.000.000 dikali 0,00708333, yaitu Rp3.541.667. Sisanya baru memangkas pokok, yaitu Rp4.923.698 dikurangi Rp3.541.667 sama dengan Rp1.382.031. Dari angsuran hampir lima juta rupiah, yang benar-benar mengurangi utangmu di bulan pertama cuma sekitar 28%. Inilah wajah asli anuitas, dan inilah alasan sisa pokok terasa turun lambat di tahun-tahun awal.
Kalau kamu ulang hitungan itu untuk seluruh 180 bulan, sisa pokok di bulan ke-180 tepat nol. Itu uji kewarasan yang bagus untuk kalkulator apa pun: kalau setelah tenor habis masih ada sisa, rumus yang dipakai salah.
Tabel angsuran per plafon dan tenor
Tabel berikut memakai rumus yang sama dengan bunga 8,50% efektif per tahun, yaitu Suku Bunga Dasar Kredit segmen KPR dan KPA yang dipublikasikan BNI. Angka ini dipilih sebagai patokan netral jangka panjang, bukan tarif promo yang hanya berlaku beberapa tahun pertama.
| Plafon pinjaman | Tenor 10 tahun | Tenor 15 tahun | Tenor 20 tahun |
|---|---|---|---|
| Rp300.000.000 | Rp3.719.571 | Rp2.954.219 | Rp2.603.470 |
| Rp500.000.000 | Rp6.199.284 | Rp4.923.698 | Rp4.339.116 |
| Rp750.000.000 | Rp9.298.927 | Rp7.385.547 | Rp6.508.674 |
| Rp1.000.000.000 | Rp12.398.569 | Rp9.847.396 | Rp8.678.232 |
Perhatikan apa yang dilakukan tenor. Menambah tenor dari 10 ke 20 tahun memangkas angsuran plafon Rp500 juta dari Rp6,2 juta menjadi Rp4,3 juta, ringan sekali di kertas. Tetapi kamu membayar 240 kali, bukan 120 kali, dan total bunga yang keluar jauh lebih besar. Tenor panjang membeli kelegaan bulanan dengan harga total bunga, bukan menghilangkan biayanya.
Penghasilan yang disarankan untuk tiap baris
Perbankan Indonesia lazim memakai batas rasio cicilan sekitar 35% dari penghasilan bersih bulanan, dan patokan yang sama dipakai kalkulator kelayakan KPR kami. Dengan rasio itu, penghasilan bersih yang disarankan untuk tabel di atas:
| Plafon pinjaman | Tenor 10 tahun | Tenor 15 tahun | Tenor 20 tahun |
|---|---|---|---|
| Rp300.000.000 | Rp10,6 juta | Rp8,4 juta | Rp7,4 juta |
| Rp500.000.000 | Rp17,7 juta | Rp14,1 juta | Rp12,4 juta |
| Rp750.000.000 | Rp26,6 juta | Rp21,1 juta | Rp18,6 juta |
| Rp1.000.000.000 | Rp35,4 juta | Rp28,1 juta | Rp24,8 juta |
Angka ini perkiraan, bukan syarat resmi BNI. Kelayakan sesungguhnya juga bergantung pada cicilan lain yang sedang berjalan, riwayat kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan yang dikelola OJK, dan hasil penilaian agunan.
Sensitivitas terhadap bunga
Bunga jauh lebih menentukan daripada yang biasanya dibayangkan. Contoh plafon Rp500 juta, tenor 15 tahun, memakai berbagai tarif yang benar-benar muncul di tabel resmi BNI Griya:
| Bunga efektif per tahun | Angsuran per bulan | Total yang dibayar 15 tahun | Total bunga |
|---|---|---|---|
| 3,50% | Rp3.574.413 | Rp643.394.287 | Rp143.394.287 |
| 4,75% | Rp3.889.160 | Rp700.048.726 | Rp200.048.726 |
| 6,75% | Rp4.424.547 | Rp796.418.516 | Rp296.418.516 |
| 8,50% | Rp4.923.698 | Rp886.265.602 | Rp386.265.602 |
| 9,75% | Rp5.296.813 | Rp953.426.397 | Rp453.426.397 |
| 10,75% | Rp5.604.740 | Rp1.008.853.185 | Rp508.853.185 |
Selisih bunga dari 3,50% ke 10,75% menaikkan angsuran sekitar 57% dan menambah total bunga lebih dari Rp365 juta. Karena itu, membandingkan penawaran KPR berdasarkan tarif tahun pertama saja adalah cara tercepat salah hitung.
Suku bunga BNI Griya yang dipakai
BNI mempublikasikan tabel suku bunga BNI Griya Pembelian dengan label Suku Bunga Q3 2026. Tabelnya membagi tarif menurut masa fixed, minimum tenor kredit, dan jenis transaksi. Kolomnya tiga: kolom A untuk pembelian di Top Selected Developer dan Local Selected Developer, kolom B untuk pembelian di developer kerja sama dan non-primary (termasuk rumah seken), serta kolom C untuk top up, refinancing, dan multiguna.
Pola tabelnya konsisten dan penting kamu pahami: makin panjang komitmen tenor minimum, makin rendah tarif fixed-nya. Berikut petikan baris yang paling relevan untuk pembelian rumah:
| Masa fixed | Minimum tenor | Kolom A (top selected & local selected developer) | Kolom B (developer kerja sama & non-primary) |
|---|---|---|---|
| Fixed 1 tahun | 3 tahun | 3,75% | 4,00% |
| Fixed 2 tahun | 5 tahun | 5,25% | 5,50% |
| Fixed 3 tahun | 10 tahun | 3,50% | 4,50% |
| Fixed 3 tahun | 5 tahun | 7,25% | 7,50% |
| Fixed 5 tahun | 15 tahun | 4,75% | 5,00% |
| Fixed 5 tahun | 10 tahun | 6,50% | 6,75% |
| Fixed 10 tahun | 10 tahun | 8,00% | 8,75% |
Baris fixed 3 tahun memperlihatkan konsekuensinya dengan jelas. Dengan komitmen tenor minimum 10 tahun, tarifnya 3,50% di kolom A. Dengan komitmen minimum 5 tahun saja, tarif untuk masa fixed yang sama melompat ke 7,25%. Tarif murah itu dibayar dengan komitmen tenor, bukan hadiah.
Kenapa 8,50% dipakai sebagai patokan
Untuk skenario jangka panjang, halaman ini memakai angka yang BNI umumkan sendiri: Suku Bunga Dasar Kredit segmen KPR dan KPA sebesar 8,50%, berlaku mulai 18 Agustus 2026 dengan periode data Juli 2026. Angka itu disusun dari harga pokok dana untuk kredit 3,46%, biaya overhead 3,61%, dan margin keuntungan 1,43%. Publikasinya merujuk Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2024.
Dua catatan dari BNI sendiri membuat angka ini berguna sekaligus perlu dibaca hati-hati. Pertama, SBDK dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu. Kedua, dan ini yang penting, SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya bergantung pada penilaian bank terhadap tiap debitur. Artinya 8,50% adalah lantai, bukan langit-langit. Bunga yang benar-benar dikenakan kepadamu setelah masa fixed berakhir wajar bila lebih tinggi. Sebagai konteks makro, Bank Indonesia menetapkan BI-Rate 5,75% pada 19 Agustus 2026, dan bunga KPR bank selalu berada di atas angka acuan itu. Penjelasan lengkap kenapa cicilan bisa naik ada di bunga KPR.
Simulasi bunga berjenjang sampai lunas
Selain tarif fixed tunggal, BNI juga menerbitkan skema Fixed Berjenjang, dan skema inilah yang paling menarik disimulasikan karena BNI mengumumkan tarif untuk seluruh tahapannya, bukan hanya tahun pertama. Untuk komitmen minimum tenor 15 tahun, tahapannya:
| Tahap | Kolom A | Kolom B |
|---|---|---|
| Tahun ke-1 | 3,75% | 4,75% |
| Tahun ke-2 sampai ke-3 | 6,75% | 6,75% |
| Tahun ke-4 sampai ke-10 | 9,75% | 9,75% |
| Tahun ke-11 sampai ke-15 | 10,75% | 10,75% |
Sekarang jalankan angkanya. Plafon Rp500 juta, tenor 15 tahun, tarif kolom A. Setiap kali tarif berpindah tahap, angsuran dihitung ulang dari sisa pokok yang belum lunas atas sisa tenor yang belum berjalan. Ini asumsi metode yang kami pakai, dan asumsi yang sama dipakai perbankan pada umumnya; BNI tidak mempublikasikan metode perhitungan ulangnya, jadi anggap ini pendekatan, bukan kepastian.
| Tahap | Bunga | Angsuran per bulan | Sisa pokok di akhir tahap |
|---|---|---|---|
| Tahun ke-1 (12 bulan) | 3,75% | Rp3.636.112 | Rp474.684.484 |
| Tahun ke-2 sampai ke-3 (24 bulan) | 6,75% | Rp4.375.134 | Rp431.004.111 |
| Tahun ke-4 sampai ke-10 (84 bulan) | 9,75% | Rp5.088.783 | Rp240.897.741 |
| Tahun ke-11 sampai ke-15 (60 bulan) | 10,75% | Rp5.207.716 | Rp0 |
Total yang dibayar selama 15 tahun mencapai Rp888.557.280, terdiri atas pokok Rp500 juta dan bunga Rp388.557.280. Angsuran naik dari Rp3,64 juta di tahun pertama menjadi Rp5,21 juta di tahun terakhir, kenaikan sekitar 43% dari titik terendah ke titik tertinggi.
Perhatikan baris tahun ke-3. Setelah tiga tahun mencicil rutin, sisa pokokmu masih Rp431 juta dari Rp500 juta awal. Kamu sudah menyetor sekitar Rp149 juta, tetapi utang pokok hanya turun sekitar Rp69 juta. Selisihnya menjadi bunga. Ini bukan kejanggalan produk BNI, melainkan konsekuensi matematis anuitas mana pun.
Kalau kamu membeli lewat developer kerja sama atau membeli rumah seken (kolom B), tarif tahun pertamanya 4,75% dan angsuran tahap-tahapnya menjadi Rp3.889.160, Rp4.392.554, Rp5.109.044, lalu Rp5.228.451, dengan total pembayaran Rp894.957.941. Selisihnya dengan kolom A hanya sekitar Rp6,4 juta selama 15 tahun, karena perbedaan tarif hanya terjadi di tahun pertama. Perbandingan skema serupa di bank lain ada di simulasi KPR BCA, dan kalau kamu berencana pindah bank di tengah jalan, hitung dulu untung ruginya lewat take over KPR.
Biaya di luar angsuran bulanan
Simulasi angsuran belum menghitung uang yang keluar sekali di depan. Untuk BNI Griya Pembelian, halaman resminya mencantumkan dua pos biaya:
| Komponen | Besaran | Contoh untuk plafon Rp500 juta |
|---|---|---|
| Biaya provisi | 1,00% dari plafon kredit | Rp5.000.000 |
| Biaya administrasi | Rp750.000 sampai Rp2.500.000 | Rp750.000 sampai Rp2.500.000 |
Dua pos itu saja sudah sekitar Rp5,75 juta sampai Rp7,5 juta. Di luar itu masih ada biaya yang tidak dipublikasikan di halaman produk tetapi lazim muncul pada kredit beragunan properti, misalnya penilaian agunan, asuransi jiwa kredit, asuransi kebakaran, dan biaya notaris untuk akta jual beli serta pengikatan hak tanggungan. Ada pula pajak dan biaya peralihan hak yang menjadi tanggungan pembeli, terutama BPHTB. Rincikan semuanya di kalkulator biaya beli rumah, dan pahami komponen pajaknya lewat pajak jual beli rumah.
Satu fitur BNI yang berhubungan langsung dengan angsuran layak dicatat: KPR Cermat, yang menurut halaman BNI Griya memberi diskon suku bunga dengan menjaga jumlah Saldo Rata-Rata Harian di tabungan, dan pada halaman BNI Griya Pembelian disebut sebagai subsidi suku bunga hingga 1%. Efeknya nyata: pada contoh tabel di atas, memangkas 1% dari tarif 9,75% ke 8,75% berarti angsuran yang lebih ringan sepanjang tahap terpanjang. Karena rumus dan syarat detailnya tidak dipublikasikan di halaman produk, minta simulasinya secara tertulis sebelum kamu mengandalkannya.
Soal uang muka, dari sisi regulasi Bank Indonesia menyatakan rasio Loan to Value atau Financing to Value untuk kredit properti saat ini ditetapkan paling tinggi 100%, artinya bank yang memenuhi kriteria boleh membiayai sampai seluruh nilai properti. Praktiknya tetap keputusan bank dan bergantung pada hasil penilaian agunan serta profil risikomu, jadi jangan menyusun simulasi dengan asumsi uang muka nol kecuali sudah dikonfirmasi.
Checklist sebelum mengajukan
Sebelum membawa hasil simulasi ini ke kantor cabang atau kanal pengajuan daring BNI, pastikan kamu sudah:
- Menghitung angsuran di dua skenario minimal: tarif masa fixed dan tarif tahap termahal yang dipublikasikan. Kalau tarif setelah masa fixed tidak diketahui, pakai SBDK KPR dan KPA 8,50% sebagai lantai, lalu tambahkan margin kehati-hatian.
- Memastikan tenor yang kamu pakai lolos batas usia, yaitu 55 tahun saat kredit lunas untuk pegawai dan karyawan, atau 65 tahun untuk wiraswasta dan profesional.
- Menguji rasio angsuran terhadap penghasilan bersih di kalkulator kelayakan KPR memakai angsuran termahal, bukan angsuran promo.
- Menyiapkan dana tunai untuk uang muka ditambah provisi 1% dan administrasi, bukan uang muka saja.
- Menanyakan apakah propertimu masuk kategori top selected developer, local selected developer, developer kerja sama, atau non-primary, karena kategori itu langsung mengubah kolom tarif yang berlaku untukmu.
- Menyimpan tanggal akses tabel tarif yang kamu pakai, supaya kamu tahu kapan angkanya perlu dicek ulang.
Syarat pemohon dan daftar dokumen selengkapnya tidak dibahas di halaman ini karena porsinya ada di panduan produk terpisah. Untuk gambaran umum lintas bank, pakai syarat KPR rumah dan rapikan berkasmu dengan tips agar KPR disetujui. Kalau kamu baru memulai proses beli rumah dari nol, susun urutannya lewat beli rumah pertama. Setelah semua angka dan berkas siap, lanjutkan ke ajukan KPR.
Terakhir, jangan memakai satu bank sebagai pembanding tunggal. Bandingkan struktur tarifnya, bukan sekadar angka tahun pertama, dengan KPR BCA, KPR BRI, KPR Mandiri, KPR CIMB Niaga, atau KPR BSI untuk jalur syariah. Yang menentukan biaya seumur kredit adalah tarif yang berlaku paling lama, bukan tarif yang paling menarik dipasang di spanduk.
Pertanyaan umum
Berapa angsuran KPR BNI untuk pinjaman Rp500 juta? +
Dengan bunga 8,50% efektif per tahun (angka SBDK segmen KPR dan KPA yang dipublikasikan BNI) dan tenor 15 tahun, angsurannya Rp4.923.698 per bulan. Pada tenor 10 tahun angsurannya Rp6.199.284, dan pada tenor 20 tahun Rp4.339.116. Kalau kamu memakai skema Fixed Berjenjang BNI dengan komitmen tenor 15 tahun, angsurannya bertahap: Rp3.636.112 di tahun pertama, lalu Rp4.375.134, Rp5.088.783, dan Rp5.207.716 di tahap terakhir.
Apa rumus menghitung angsuran KPR BNI? +
Rumus anuitas: Angsuran sama dengan P dikali i dikali (1+i) pangkat n, dibagi (1+i) pangkat n dikurangi 1. P adalah plafon pinjaman (harga properti dikurangi uang muka), i adalah bunga efektif per tahun dibagi 12 dalam desimal, dan n adalah tenor dalam bulan. Contoh: P Rp500 juta, bunga 8,50% sehingga i sama dengan 0,00708333, dan n sama dengan 180. Hasilnya Rp4.923.698 per bulan.
Berapa suku bunga KPR BNI Griya sekarang? +
Tidak ada angka tunggal. Tabel Suku Bunga Q3 2026 di halaman BNI Griya Pembelian yang kami akses 2 September 2026 membagi tarif menurut masa fixed, minimum tenor, dan jenis developer. Contohnya fixed 3 tahun dengan minimum tenor 10 tahun sebesar 3,50%, fixed 5 tahun dengan minimum tenor 15 tahun sebesar 4,75%, dan fixed 5 tahun dengan minimum tenor 10 tahun sebesar 6,50% pada kolom top selected developer. Untuk patokan jangka panjang, BNI mempublikasikan SBDK segmen KPR dan KPA sebesar 8,50% yang berlaku mulai 18 Agustus 2026, dan angka itu belum termasuk premi risiko.
Berapa tenor maksimal KPR BNI? +
Untuk pembelian rumah tinggal, rumah susun, flat, atau apartemen, baik baru maupun seken, BNI mencantumkan tenor maksimal 30 tahun. Untuk pembelian ruko atau rukan dan kavling siap bangun, maksimalnya 10 tahun. Tenor yang bisa kamu ambil tetap dibatasi usia, yaitu maksimal 55 tahun saat kredit lunas untuk pegawai dan karyawan atau sesuai usia pensiun, dan 65 tahun untuk wiraswasta serta profesional.
Berapa biaya provisi dan administrasi KPR BNI? +
Halaman BNI Griya Pembelian mencantumkan biaya provisi 1,00% dari plafon kredit dan biaya administrasi Rp750.000 sampai Rp2.500.000. Untuk plafon Rp500 juta, provisinya Rp5.000.000, sehingga total dua pos itu berkisar Rp5,75 juta sampai Rp7,5 juta. Di luar itu masih ada biaya penilaian agunan, asuransi jiwa kredit, asuransi kebakaran, notaris, dan pajak peralihan hak yang tidak dirinci di halaman produk.
Kenapa sisa utang KPR turun lambat di tahun-tahun awal? +
Karena metode anuitas menghitung bunga dari sisa pokok, sehingga porsi bunga paling besar di awal. Pada contoh plafon Rp500 juta bunga 8,50% tenor 15 tahun, angsuran bulan pertama Rp4.923.698 terdiri atas bunga Rp3.541.667 dan pokok hanya Rp1.382.031. Pada simulasi Fixed Berjenjang 15 tahun, setelah tiga tahun mencicil sisa pokok masih sekitar Rp431 juta dari Rp500 juta awal, padahal setoranmu sudah sekitar Rp149 juta.
Apakah hasil simulasi di artikel ini sama dengan simulasi resmi BNI? +
Tidak identik. Artikel ini memakai rumus anuitas standar dengan data suku bunga dan biaya resmi dari bni.co.id, tetapi hasilnya tetap ilustrasi. BNI menyediakan fitur simulasi sendiri lewat tab Simulasi di halaman BNI Griya, dan angka final selalu ditentukan lewat proses penilaian agunan serta keputusan kredit BNI, bukan simulasi pihak ketiga mana pun termasuk Tanya Properti.
- BNI - BNI Griya (bni.co.id) - Diakses 2 September 2026: definisi BNI Griya sebagai pembiayaan konsumtif beragunan properti, tenor sampai 30 tahun, jenis fasilitas (Pembelian, Pembangunan, Take Over, Refinancing, KPR Cermat), dan KPR Cermat sebagai diskon suku bunga lewat Saldo Rata-Rata Harian di tabungan
- BNI - BNI Griya Pembelian, tabel Suku Bunga Q3 2026 dan biaya (bni.co.id) - Diakses 2 September 2026: plafon maksimal Rp20 miliar, tenor maksimal 30 tahun untuk rumah tinggal dan apartemen serta 10 tahun untuk ruko dan kavling, batas usia (21 tahun saat pengajuan, 55 tahun saat lunas untuk pegawai, 65 tahun untuk wiraswasta dan profesional), tabel Suku Bunga Q3 2026 Single Fixed Rate dan Fixed Berjenjang, subsidi suku bunga hingga 1% lewat KPR Cermat, biaya provisi 1,00% dari plafon dan administrasi Rp750.000 sampai Rp2.500.000 (nominal batas atas tertulis dengan salah ketik pada halaman aslinya). Halaman dilindungi anti-bot, verifikasi dilakukan lewat peramban sungguhan
- BNI - Suku Bunga Dasar Kredit (bni.co.id) - Diakses 2 September 2026: SBDK rupiah berlaku mulai 18 Agustus 2026 dengan periode data Juli 2026, segmen KPR dan KPA 8,50% (harga pokok dana 3,46% + overhead 3,61% + margin 1,43%), non KPR dan KPA 9,75%, merujuk POJK Nomor 13 Tahun 2024, dengan catatan SBDK belum memperhitungkan premi risiko dan dapat berubah sewaktu-waktu
- Bank Indonesia - BI-Rate (bi.go.id) - Diakses 2 September 2026: BI-Rate 5,75% dengan penetapan terakhir 19 Agustus 2026, dipakai sebagai konteks suku bunga acuan, bukan bunga KPR
- Bank Indonesia - Instrumen Kebijakan Makroprudensial: rasio LTV/FTV (bi.go.id) - Diakses 2 September 2026: rasio LTV/FTV kredit atau pembiayaan properti saat ini ditetapkan paling tinggi 100%, dengan pengaturan berjenjang lebih ketat untuk properti kedua dan properti yang belum tersedia
- OJK - Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) - Diakses 2 September 2026: fungsi SLIK untuk penilaian kualitas debitur dan hak debitur meminta Informasi Debitur sebelum mengajukan kredit
- Tanya Properti - Kalkulator Kelayakan KPR (/kelayakan-kpr) - Rasio cicilan maksimal 35% dari penghasilan bersih yang dipakai konsisten untuk estimasi penghasilan minimum di seluruh tabel artikel ini