KPR

Simulasi KPR BNI: Tabel Angsuran per Plafon dan Tenor

Ilustrasi: Simulasi KPR BNI: Tabel Angsuran per Plafon dan Tenor
Ilustrasi konsep untuk panduan ini, bukan foto properti atau lokasi tertentu.

Jawaban singkatSimulasi KPR BNI pada dasarnya satu rumus anuitas dengan tiga masukan: plafon pinjaman, suku bunga per bulan, dan jumlah bulan. Contoh hitungan yang bisa kamu cek ulang sendiri: plafon Rp500 juta, asumsi bunga 8,50% efektif per tahun, tenor 15 tahun menghasilkan angsuran Rp4.923.698 per bulan, dengan komposisi bulan pertama berupa bunga Rp3.541.667 dan pokok Rp1.382.031. Angka 8,50% itu asumsi kerja untuk simulasi, bukan tarif resmi BNI. Tarif yang berlaku untukmu tercantum di tabel suku bunga BNI Griya terbaru dan di surat penawaran kredit. Halaman ini menunjukkan rumusnya, contoh hitung langkah demi langkah, tabel angsuran per plafon dan tenor, lalu simulasi bunga berjenjang sampai lunas. Seluruh hasilnya ilustrasi, bukan penawaran resmi dari BNI.

Apa itu simulasi KPR BNI

Simulasi KPR BNI adalah perkiraan angsuran bulanan atas fasilitas BNI Griya sebelum kamu benar-benar mengajukan kredit. BNI menyediakan fitur simulasi resmi di halaman BNI Griya, dan kamu sebaiknya memakainya. Tetapi kalkulator mana pun hanya mengeluarkan satu angka tanpa menunjukkan asalnya, dan itu masalah kalau kamu sedang memutuskan utang belasan tahun.

Halaman ini menempuh jalur sebaliknya: menunjukkan rumusnya, mengerjakan contohnya langkah demi langkah, lalu menyusun tabel siap pakai. Dengan begitu kamu bisa mengecek ulang hasil kalkulator mana pun, termasuk kalkulator kami di simulasi KPR, memakai angkamu sendiri.

Poin pentingTanya Properti bukan BNI dan bukan agen resmi BNI. Halaman ini sengaja tidak mencantumkan tarif bunga, biaya, atau tenor maksimal BNI, karena angka itu berubah berkala dan halaman resmi BNI tidak bisa kami verifikasi ulang secara otomatis. Semua suku bunga di bawah adalah asumsi untuk keperluan hitungan. Ganti dengan tarif dari tabel BNI Griya terbaru atau surat penawaran kreditmu, lalu hitung ulang dengan rumus yang sama.

Empat angka yang harus kamu kunci dulu

  • Harga properti. Pakai harga transaksi yang disepakati, bukan harga penawaran yang biasanya masih bisa dinegosiasikan.
  • Uang muka. Selisih harga properti dan uang muka itulah plafon pinjamanmu, dan plafon inilah yang masuk rumus, bukan harga rumahnya.
  • Suku bunga. Bagian tersulit, karena tarif BNI Griya dibedakan menurut beberapa faktor sekaligus. Bagian cara membaca suku bunga BNI Griya di bawah membahas apa saja yang perlu kamu tanyakan.
  • Tenor. Tenor maksimal BNI Griya berbeda menurut jenis properti, misalnya rumah tinggal dibanding ruko atau kavling. Cek angkanya di halaman produk BNI Griya yang berlaku saat kamu mengajukan.

Tenor maksimal di brosur bukan berarti tersedia untukmu. Bank membatasi usia debitur saat kredit lunas, dan batasnya biasanya berbeda antara pegawai dan wiraswasta. Anggap batas usia lunas untuk pegawai adalah 55 tahun: karyawan berusia 35 tahun realistisnya hanya punya ruang sekitar 20 tahun, berapa pun tenor maksimal yang tertulis. Pastikan batas usia yang berlaku di BNI, hitung mundur dari angka itu lebih dulu, baru masukkan tenornya ke rumus.

Kalau kamu belum tahu harga rumah yang masuk akal untuk penghasilanmu, urutannya justru dibalik: cek dulu kelayakan KPR dari gajimu, baru cari rumah di kisaran harga yang muncul. Metode hitung terbaliknya ada di rumah KPR: cara hitung kesanggupan beli dari gaji.

Rumus angsuran dan contoh hitungnya

KPR memakai metode anuitas. Nominal angsuran dibuat tetap sepanjang satu periode bunga, tetapi komposisinya bergeser: porsi bunga besar di awal dan porsi pokok membesar mendekati akhir tenor. Rumusnya:

SimbolArtinya
PPlafon pinjaman, yaitu harga properti dikurangi uang muka
iBunga per bulan, yaitu bunga efektif per tahun dibagi 12, dalam bentuk desimal
nJumlah bulan, yaitu tenor dalam tahun dikali 12
AngsuranP × [ i × (1 + i)n ] / [ (1 + i)n − 1 ]

Sekarang kerjakan satu contoh hitungan sampai selesai. Misalkan rumah seharga Rp625 juta, uang muka 20% atau Rp125 juta, sehingga plafon pinjaman Rp500 juta. Tenor 15 tahun. Asumsi bunga 8,50% efektif per tahun.

  1. Cari i. 8,50% dibagi 12 sama dengan 0,708333% per bulan, atau 0,00708333 dalam desimal.
  2. Cari n. 15 tahun dikali 12 sama dengan 180 bulan.
  3. Hitung (1 + i)n. 1,00708333 dipangkatkan 180 sama dengan 3,56265334.
  4. Hitung pembilang. 500.000.000 dikali 0,00708333 dikali 3,56265334 sama dengan 12.617.730,56.
  5. Hitung penyebut. 3,56265334 dikurangi 1 sama dengan 2,56265334.
  6. Bagi. 12.617.730,56 dibagi 2,56265334 sama dengan 4.923.697,79, dibulatkan menjadi Rp4.923.698 per bulan.

Cara mengecek bahwa hasil contoh hitungan ini benar: uraikan bulan pertama. Bunga bulan pertama adalah Rp500.000.000 dikali 0,00708333, yaitu Rp3.541.667. Sisanya baru memangkas pokok, yaitu Rp4.923.698 dikurangi Rp3.541.667 sama dengan Rp1.382.031. Dari angsuran hampir lima juta rupiah, yang benar-benar mengurangi utangmu di bulan pertama cuma sekitar 28%. Inilah wajah asli anuitas, dan inilah alasan sisa pokok terasa turun lambat di tahun-tahun awal.

Kalau kamu ulang hitungan itu untuk seluruh 180 bulan, sisa pokok di bulan ke-180 tepat nol. Itu uji kewarasan yang bagus untuk kalkulator apa pun: kalau setelah tenor habis masih ada sisa, rumus yang dipakai salah.

Tabel angsuran per plafon dan tenor

Tabel berikut memakai rumus yang sama dengan asumsi bunga 8,50% efektif per tahun untuk seluruh tenor. Asumsi ini dipilih sebagai patokan kerja jangka panjang, bukan tarif promo yang hanya berlaku beberapa tahun pertama, dan bukan tarif resmi BNI. Kalau tarif di surat penawaranmu berbeda, hitung ulang dengan rumus di atas.

Simulasi angsuran per bulan, asumsi bunga 8,50% efektif per tahun
Plafon pinjamanTenor 10 tahunTenor 15 tahunTenor 20 tahun
Rp300.000.000Rp3.719.571Rp2.954.219Rp2.603.470
Rp500.000.000Rp6.199.284Rp4.923.698Rp4.339.116
Rp750.000.000Rp9.298.927Rp7.385.547Rp6.508.674
Rp1.000.000.000Rp12.398.569Rp9.847.396Rp8.678.232

Perhatikan apa yang dilakukan tenor dalam simulasi ini. Menambah tenor dari 10 ke 20 tahun memangkas angsuran plafon Rp500 juta dari Rp6,2 juta menjadi Rp4,3 juta, ringan sekali di kertas. Tetapi kamu membayar 240 kali, bukan 120 kali, dan total bunga yang keluar jauh lebih besar. Tenor panjang membeli kelegaan bulanan dengan harga total bunga, bukan menghilangkan biayanya.

Penghasilan yang aman untuk tiap baris

Batas rasio cicilan terhadap penghasilan ditetapkan masing-masing bank dalam kebijakan kreditnya. Kami tidak menemukan ketentuan OJK atau Bank Indonesia yang menetapkan satu angka batas untuk semua bank, dan BNI tidak mencantumkan batasnya di materi yang bisa kami verifikasi. Jadi tabel di bawah hanyalah ilustrasi dengan asumsi kerja yang sama dengan kalkulator kelayakan KPR kami, yaitu total cicilan paling banyak 35% dari penghasilan bersih bulanan.[5]

Ilustrasi penghasilan bersih per bulan, asumsi kerja total cicilan 35% dari penghasilan
Plafon pinjamanTenor 10 tahunTenor 15 tahunTenor 20 tahun
Rp300.000.000Rp10,6 jutaRp8,4 jutaRp7,4 juta
Rp500.000.000Rp17,7 jutaRp14,1 jutaRp12,4 juta
Rp750.000.000Rp26,6 jutaRp21,1 jutaRp18,6 juta
Rp1.000.000.000Rp35,4 jutaRp28,1 jutaRp24,8 juta

Angka ini perkiraan, bukan syarat resmi BNI. Kelayakan sesungguhnya bergantung pada batas rasio yang dipakai BNI untuk profilmu, cicilan lain yang sedang berjalan, riwayat kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan yang dikelola OJK, dan hasil penilaian agunan. Sebelum mengajukan, kamu bisa meminta Informasi Debitur atas namamu sendiri ke OJK supaya tidak kaget dengan isi riwayat kreditmu.[3]

Sensitivitas terhadap bunga

Bunga jauh lebih menentukan daripada yang biasanya dibayangkan. Simulasi berikut memakai plafon Rp500 juta, tenor 15 tahun, dan rentang asumsi bunga dari tarif promo yang rendah sampai tarif floating yang tinggi:

Simulasi sensitivitas bunga, plafon Rp500 juta, tenor 15 tahun
Asumsi bunga efektif per tahunAngsuran per bulanTotal yang dibayar 15 tahunTotal bunga
3,50%Rp3.574.413Rp643.394.287Rp143.394.287
4,75%Rp3.889.160Rp700.048.726Rp200.048.726
6,75%Rp4.424.547Rp796.418.516Rp296.418.516
8,50%Rp4.923.698Rp886.265.602Rp386.265.602
9,75%Rp5.296.813Rp953.426.397Rp453.426.397
10,75%Rp5.604.740Rp1.008.853.185Rp508.853.185

Dalam simulasi ini, selisih bunga dari 3,50% ke 10,75% menaikkan angsuran sekitar 57% dan menambah total bunga lebih dari Rp365 juta. Karena itu, membandingkan penawaran KPR berdasarkan tarif tahun pertama saja adalah cara tercepat salah hitung.

Cara membaca suku bunga BNI Griya

BNI mempublikasikan tabel suku bunga BNI Griya di halaman produknya dan memperbaruinya berkala. Saat kami membacanya pada September 2026, tarif dibedakan menurut tiga hal sekaligus: lama masa fixed, komitmen tenor minimum, dan kategori transaksi, misalnya pembelian dari developer yang bekerja sama dibanding pembelian rumah seken atau take over. Karena halaman itu tidak bisa kami verifikasi ulang secara otomatis, angkanya tidak kami salin ke sini. Buka tabel terbarunya sendiri dan baca dengan urutan berikut.

  1. Tentukan dulu kategorimu. Tanyakan apakah properti yang kamu beli masuk kategori developer kerja sama, developer biasa, atau non-primary. Kategori inilah yang menentukan kolom tarif mana yang berlaku untukmu.
  2. Baca masa fixed bersama tenor minimumnya. Di tabel bank pada umumnya, tarif fixed yang paling murah sering mensyaratkan komitmen tenor minimum yang panjang. Tarif rendah itu dibayar dengan komitmen tenor, bukan hadiah.
  3. Cari tahu tarif setelah masa fixed. Tabel tarif promo umumnya hanya mengatur masa fixed. Tarif sesudahnya mengikuti bunga floating yang berlaku saat itu.
  4. Catat tanggal aksesnya. Tabel bisa berganti tiap periode. Simpan tangkapan layar beserta tanggalnya supaya kamu tahu kapan angkanya perlu dicek ulang.
Hati-hatiJangan menghitung kelayakanmu dari tarif tahun pertama. Tanyakan berapa tarif yang berlaku setelah masa fixed habis, dan minta jawabannya tertulis. Kalau bank belum bisa menyebut angka pasti, uji anggaranmu dengan asumsi bunga yang jauh lebih tinggi dari tarif promo, misalnya baris 9,75% atau 10,75% di tabel sensitivitas di atas.

SBDK sebagai lantai, bukan langit-langit

Untuk patokan jangka panjang, angka resmi yang paling berguna adalah Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) segmen KPR yang wajib dipublikasikan setiap bank umum konvensional, termasuk BNI. Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2024, yang statusnya Berlaku di JDIH BPK, mendefinisikan SBDK sebagai indikasi suku bunga efektif terendah yang mencerminkan harga pokok dana untuk kredit, overhead, dan margin, lalu dipakai sebagai acuan penetapan suku bunga kredit.[4]

Kata kuncinya adalah terendah. SBDK belum memasukkan premi risiko yang besarnya bergantung pada penilaian bank terhadap tiap debitur, jadi bunga yang benar-benar dikenakan kepadamu setelah masa fixed berakhir wajar bila lebih tinggi. Cek angka SBDK segmen KPR dan KPA terbaru di situs BNI, lalu pakai angka itu ditambah margin kehati-hatian sebagai asumsi tarif floating di simulasimu.

Sebagai konteks makro, Bank Indonesia menetapkan BI-Rate 5,75% pada 23 September 2026.[1] Bunga KPR bank selalu berada di atas suku bunga acuan itu karena harus menutup biaya dana, biaya operasional, marjin, dan risiko. Penjelasan lengkap kenapa cicilan bisa naik ada di bunga KPR.

Simulasi bunga berjenjang sampai lunas

Selain tarif fixed tunggal, bank juga lazim menawarkan skema fixed berjenjang: tarif rendah di awal yang naik bertahap pada periode yang sudah ditentukan. Skema ini paling layak disimulasikan karena kenaikannya bisa dihitung sejak awal. Untuk simulasi berikut kami memakai asumsi tahapan tarif di bawah ini, bukan tarif resmi BNI. Ganti dengan tahapan yang tertera di tabel BNI Griya terbaru kalau kamu memilih skema serupa.

Asumsi tahapan tarif untuk simulasi berjenjang, tenor 15 tahun
TahapSkenario ASkenario B
Tahun ke-13,75%4,75%
Tahun ke-2 sampai ke-36,75%6,75%
Tahun ke-4 sampai ke-109,75%9,75%
Tahun ke-11 sampai ke-1510,75%10,75%

Sekarang jalankan angkanya. Plafon Rp500 juta, tenor 15 tahun, skenario A. Setiap kali tarif berpindah tahap, angsuran dihitung ulang dari sisa pokok yang belum lunas atas sisa tenor yang belum berjalan. Ini asumsi metode yang kami pakai; metode perhitungan ulang yang dipakai bank bisa berbeda, jadi anggap ini pendekatan, bukan kepastian.

Simulasi skenario A, plafon Rp500 juta, tenor 15 tahun
TahapBungaAngsuran per bulanSisa pokok di akhir tahap
Tahun ke-1 (12 bulan)3,75%Rp3.636.112Rp474.684.484
Tahun ke-2 sampai ke-3 (24 bulan)6,75%Rp4.375.134Rp431.004.111
Tahun ke-4 sampai ke-10 (84 bulan)9,75%Rp5.088.783Rp240.897.741
Tahun ke-11 sampai ke-15 (60 bulan)10,75%Rp5.207.716Rp0

Dalam simulasi ini, total yang dibayar selama 15 tahun mencapai Rp888.557.280, terdiri atas pokok Rp500 juta dan bunga Rp388.557.280. Angsuran naik dari Rp3,64 juta di tahun pertama menjadi Rp5,21 juta di tahun terakhir, kenaikan sekitar 43% dari titik terendah ke titik tertinggi.

Perhatikan baris tahun ke-3 pada simulasi itu. Setelah tiga tahun mencicil rutin, sisa pokokmu masih Rp431 juta dari Rp500 juta awal. Kamu sudah menyetor sekitar Rp149 juta, tetapi utang pokok hanya turun sekitar Rp69 juta. Selisihnya menjadi bunga. Ini bukan kejanggalan produk bank tertentu, melainkan konsekuensi matematis anuitas mana pun.

PatokanUji kelayakanmu memakai angsuran tahap termahal, dalam simulasi ini Rp5.207.716 per bulan, bukan angsuran tahun pertama Rp3.636.112. Kalau anggaran rumah tanggamu masih aman di angka termahal, kamu tidak akan panik saat tahapan tarif berpindah.

Pada skenario B, tarif tahun pertamanya 4,75% dan angsuran tahap-tahapnya menjadi Rp3.889.160, Rp4.392.554, Rp5.109.044, lalu Rp5.228.451, dengan total pembayaran Rp894.957.941. Selisihnya dengan skenario A hanya sekitar Rp6,4 juta selama 15 tahun, karena perbedaan tarif hanya terjadi di tahun pertama. Pelajarannya: perbedaan tarif di tahun-tahun awal jauh kurang menentukan dibanding tarif pada tahap terpanjang. Perbandingan skema serupa di bank lain ada di simulasi KPR BCA, dan kalau kamu berencana pindah bank di tengah jalan, hitung dulu untung ruginya lewat take over KPR.

Biaya di luar angsuran bulanan

Simulasi angsuran belum menghitung uang yang keluar sekali di depan. Halaman BNI Griya mencantumkan pos biaya provisi dan administrasi, dan besarannya bisa berubah, jadi cek angka terbarunya sebelum menyusun anggaran. Cara menghitungnya sederhana, seperti contoh hitungan dengan asumsi berikut:

Contoh hitungan biaya awal, asumsi tarif biaya untuk plafon Rp500 juta
KomponenAsumsi besaranHasil untuk plafon Rp500 juta
Biaya provisi1% dari plafon kreditRp5.000.000
Biaya administrasinominal tetap, misalnya Rp1.000.000Rp1.000.000

Di luar provisi dan administrasi masih ada biaya yang lazim muncul pada kredit beragunan properti, misalnya penilaian agunan, asuransi jiwa kredit, asuransi kebakaran, dan biaya notaris untuk akta jual beli serta pengikatan hak tanggungan. Ada pula pajak dan biaya peralihan hak yang menjadi tanggungan pembeli, terutama BPHTB. Rincikan semuanya di kalkulator biaya beli rumah, dan pahami komponen pajaknya lewat pajak jual beli rumah.

BNI juga memasarkan fitur KPR Cermat, yang dikaitkan dengan diskon suku bunga bila kamu menjaga saldo rata-rata harian di tabungan. Besaran diskon dan syarat saldonya tidak kami cantumkan karena tidak bisa kami verifikasi ulang. Sebagai gambaran dampaknya, misalnya potongan 1 poin persentase dari 9,75% ke 8,75% pada plafon Rp500 juta tenor 15 tahun menurunkan angsuran dari Rp5.296.813 menjadi Rp4.997.243 per bulan. Minta simulasi resminya secara tertulis sebelum kamu mengandalkannya.

Soal uang muka, dari sisi regulasi Bank Indonesia menyatakan rasio Loan to Value atau Financing to Value untuk kredit properti saat ini ditetapkan paling tinggi sebesar 100%, artinya bank yang memenuhi kriteria boleh membiayai sampai seluruh nilai properti.[2]

Praktiknya tetap keputusan bank dan bergantung pada hasil penilaian agunan serta profil risikomu, jadi jangan menyusun simulasi dengan asumsi uang muka nol kecuali sudah dikonfirmasi.

Checklist sebelum mengajukan

Sebelum membawa hasil simulasi ini ke kantor cabang atau kanal pengajuan daring BNI, pastikan kamu sudah:

  1. Menghitung angsuran di dua skenario minimal: tarif masa fixed dan tarif setelah masa fixed. Kalau tarif setelah masa fixed belum diketahui, pakai SBDK KPR dan KPA terbaru yang dipublikasikan BNI sebagai lantai, lalu tambahkan margin kehati-hatian.
  2. Memastikan tenor yang kamu pakai lolos batas usia saat kredit lunas yang berlaku di BNI untuk status pekerjaanmu.
  3. Menguji rasio angsuran terhadap penghasilan bersih di kalkulator kelayakan KPR memakai angsuran termahal, bukan angsuran promo, lalu menanyakan batas rasio yang dipakai BNI.
  4. Menyiapkan dana tunai untuk uang muka ditambah provisi, administrasi, dan biaya notaris, bukan uang muka saja.
  5. Menanyakan kategori developer atau transaksi propertimu, karena kategori itu langsung mengubah kolom tarif yang berlaku untukmu.
  6. Menyimpan tanggal akses tabel tarif yang kamu pakai, supaya kamu tahu kapan angkanya perlu dicek ulang.

Syarat pemohon dan daftar dokumen selengkapnya tidak dibahas di halaman ini karena porsinya ada di panduan produk terpisah. Untuk gambaran umum lintas bank, pakai syarat KPR rumah dan rapikan berkasmu dengan tips agar KPR disetujui. Kalau kamu baru memulai proses beli rumah dari nol, susun urutannya lewat beli rumah pertama. Setelah semua angka dan berkas siap, lanjutkan ke ajukan KPR.

Terakhir, jangan memakai satu bank sebagai pembanding tunggal. Bandingkan struktur tarifnya, bukan sekadar angka tahun pertama, dengan KPR BCA, KPR BRI, KPR Mandiri, KPR CIMB Niaga, atau KPR BSI untuk jalur syariah. Yang menentukan biaya seumur kredit adalah tarif yang berlaku paling lama, bukan tarif yang paling menarik dipasang di spanduk.

Pertanyaan umum

Berapa angsuran KPR BNI untuk pinjaman Rp500 juta? +

Bergantung tarif yang kamu dapat. Sebagai simulasi dengan asumsi bunga 8,50% efektif per tahun dan tenor 15 tahun, angsurannya Rp4.923.698 per bulan. Pada tenor 10 tahun angsurannya Rp6.199.284, dan pada tenor 20 tahun Rp4.339.116. Dengan asumsi skema berjenjang 3,75%, 6,75%, 9,75%, lalu 10,75%, angsurannya bertahap dari Rp3.636.112 di tahun pertama sampai Rp5.207.716 di tahap terakhir. Ganti asumsi itu dengan tarif di tabel BNI Griya terbaru.

Apa rumus menghitung angsuran KPR BNI? +

Rumus anuitas: Angsuran sama dengan P dikali i dikali (1+i) pangkat n, dibagi (1+i) pangkat n dikurangi 1. P adalah plafon pinjaman (harga properti dikurangi uang muka), i adalah bunga efektif per tahun dibagi 12 dalam desimal, dan n adalah tenor dalam bulan. Contoh hitungan: P Rp500 juta, asumsi bunga 8,50% sehingga i sama dengan 0,00708333, dan n sama dengan 180. Hasilnya Rp4.923.698 per bulan.

Berapa suku bunga KPR BNI Griya sekarang? +

Tidak ada angka tunggal, dan tarifnya berubah berkala. BNI membedakan tarif BNI Griya menurut masa fixed, komitmen tenor minimum, dan kategori transaksi atau developer. Cek tabel terbaru di halaman BNI Griya atau tanyakan ke cabang, lalu tanyakan juga tarif setelah masa fixed berakhir. Untuk patokan jangka panjang, lihat SBDK segmen KPR dan KPA yang wajib dipublikasikan BNI, dan ingat SBDK adalah indikasi bunga terendah yang belum termasuk premi risiko.

Berapa tenor maksimal KPR BNI? +

BNI mencantumkan tenor maksimal BNI Griya di halaman produknya, dan angkanya berbeda menurut jenis properti, misalnya rumah tinggal dibanding ruko atau kavling. Tenor yang benar-benar bisa kamu ambil juga dibatasi usia saat kredit lunas, yang biasanya berbeda antara pegawai dan wiraswasta. Hitung mundur dari batas usia itu sebelum memilih tenor.

Berapa biaya provisi dan administrasi KPR BNI? +

Halaman BNI Griya mencantumkan pos biaya provisi dan administrasi, tetapi besarannya bisa berubah, jadi cek angka terbarunya sebelum mengajukan. Sebagai contoh hitungan, kalau provisi 1% dari plafon, plafon Rp500 juta berarti provisi Rp5.000.000. Di luar itu masih ada biaya penilaian agunan, asuransi jiwa kredit, asuransi kebakaran, notaris, dan pajak peralihan hak.

Kenapa sisa utang KPR turun lambat di tahun-tahun awal? +

Karena metode anuitas menghitung bunga dari sisa pokok, sehingga porsi bunga paling besar di awal. Pada contoh hitungan plafon Rp500 juta, asumsi bunga 8,50%, tenor 15 tahun, angsuran bulan pertama Rp4.923.698 terdiri atas bunga Rp3.541.667 dan pokok hanya Rp1.382.031. Pada simulasi berjenjang 15 tahun, setelah tiga tahun mencicil sisa pokok masih sekitar Rp431 juta dari Rp500 juta awal, padahal setoranmu sudah sekitar Rp149 juta.

Apakah hasil simulasi di artikel ini sama dengan simulasi resmi BNI? +

Tidak. Artikel ini memakai rumus anuitas standar dengan suku bunga asumsi, jadi hasilnya ilustrasi. BNI menyediakan fitur simulasi sendiri di halaman BNI Griya, dan angka final selalu ditentukan lewat proses penilaian agunan serta keputusan kredit BNI, bukan simulasi pihak ketiga mana pun termasuk Tanya Properti.

Sumber
  1. Bank Indonesia - BI-Rate (bi.go.id) - Diakses 7 Oktober 2026: tabel riwayat BI-Rate, penetapan terakhir 23 September 2026 sebesar 5,75% (ditulis 5.75 % di halaman), sama dengan 19 Agustus 2026. Dipakai sebagai konteks suku bunga acuan, bukan bunga KPR (data diverifikasi 7 Oktober 2026)
  2. Bank Indonesia - Instrumen Kebijakan Makroprudensial: rasio LTV/FTV (bi.go.id) - Diakses 7 Oktober 2026: rasio LTV/FTV kredit atau pembiayaan properti saat ini ditetapkan paling tinggi sebesar 100% (data diverifikasi 7 Oktober 2026)
  3. OJK - Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) - Diakses 7 Oktober 2026: fungsi SLIK untuk penilaian kualitas debitur dan hak debitur meminta Informasi Debitur atas namanya sendiri (data diverifikasi 7 Oktober 2026)
  4. JDIH BPK - Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2024 tentang Transparansi dan Publikasi Suku Bunga Dasar Kredit Bagi Bank Umum Konvensional - Diakses 7 Oktober 2026: status Berlaku, ditetapkan 30 Juli 2024. Abstrak resmi menyebut SBDK sebagai indikasi suku bunga efektif terendah yang mencerminkan harga pokok dana untuk kredit, overhead, dan margin, dipakai sebagai acuan penetapan suku bunga kredit (data diverifikasi 7 Oktober 2026)
  5. Tanya Properti - Kalkulator Kelayakan KPR (/kelayakan-kpr) - Diakses 7 Oktober 2026: kalkulator memakai asumsi kerja total cicilan paling banyak 35% dari penghasilan bersih, dengan penegasan bahwa batas rasio ditetapkan tiap bank dan bukan aturan nasional. Dipakai hanya untuk tabel ilustrasi penghasilan (data diverifikasi 7 Oktober 2026)

Cara kami memilih sumber, memeriksa angka, dan menerima koreksi dijelaskan di kebijakan editorial.