Rumah tipe 90: pembagian ruang, luas tanah, dan biaya bulanannya

Jawaban singkatRumah tipe 90 berarti luas lantai bangunannya 90 m2, bukan luas tanahnya. Angka itu tidak muncul sama sekali dalam daftar tipe rumah yang pernah dibakukan negara: Pasal 5 ayat (1) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/PRT/M/2008 hanya mengenal Tipe Khusus 400 m2, Tipe A 250 m2, Tipe B 120 m2, Tipe C 70 m2, Tipe D 50 m2, dan Tipe E 36 m2, sehingga 90 duduk di celah antara Tipe C dan Tipe B sebagai label pasar. Konsekuensinya dua. Pertama, tidak ada program ruang baku untuk 90 m2, dan menariknya kenaikan dari 70 m2 ke 120 m2 pada standar itu sama sekali tidak menambah jumlah kamar tidur, tetap tiga. Kedua, luas tanah yang dipasangkan padanya di pasar jauh lebih sempit daripada tangga resminya: dari 90 iklan berluas bangunan tepat 90 m2 yang kami catat pada 3 September 2026, luas tanah mediannya cuma 105 m2, dan 80 di antaranya berkaveling di bawah 150 m2, yang berarti mustahil dibangun satu lantai kalau koefisien dasar bangunannya 60 persen.
Di mana angka 90 berdiri
Sebelum menilai satu unit, ada baiknya kamu tahu bahwa angka 90 tidak punya dasar hukum apa pun. Ia label pasar. Satu-satunya tangga tipe rumah yang pernah dibakukan negara ada pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/PRT/M/2008 tentang rumah negara, dan Pasal 5 ayat (1) menyebutkan enam anak tangga berikut, lengkap dengan luas tanah yang dipasangkan padanya.
| Tipe | Luas bangunan | Luas tanah | Rasio tanah terhadap bangunan |
|---|---|---|---|
| Khusus | 400 m2 | 1.000 m2 | 2,5 kali |
| A | 250 m2 | 600 m2 | 2,4 kali |
| B | 120 m2 | 350 m2 | 2,9 kali |
| (tidak ada) | 90 m2 | tidak ditetapkan | tidak ditetapkan |
| C | 70 m2 | 200 m2 | 2,9 kali |
| D | 50 m2 | 120 m2 | 2,4 kali |
| E | 36 m2 | 100 m2 | 2,8 kali |
Perhatikan kolom terakhir. Sepanjang tangga itu, dari yang terkecil sampai yang terbesar, luas tanah selalu 2,4 sampai 2,9 kali luas bangunannya. Konsistensinya mencolok, dan itu bukan kebetulan: rumah yang dirancang satu lantai memang butuh tanah beberapa kali lipat luas lantainya, untuk sempadan, halaman, resapan, dan jemuran. Kita akan kembali ke angka ini nanti, karena inilah alat uji paling tajam untuk menilai iklan tipe 90.
Kalau kamu menyisipkan 90 m2 di antara Tipe C dan Tipe B lalu menariknya secara lurus, luas tanah yang seharusnya menyertainya adalah sekitar 260 m2. Simpan angka itu. Ia bukan aturan, karena rumah negara bukan patokan wajib untuk rumah komersial, tetapi ia satu-satunya pembanding resmi yang tersedia dan berguna sebagai kalibrasi.
Konvensi penulisan angka tipe, arti angka setelah garis miring, dan cara memastikan luasnya benar sudah dibahas tuntas di rumah tipe 36. Kalau kamu sedang membandingkan 90 dengan ukuran di bawahnya, urutan lengkapnya ada di rumah tipe 54, rumah tipe 60, dan rumah tipe 70.
Label tipe 90 sering bukan 90 m2
Ini masalah praktis yang muncul sebelum kamu sempat membahas denah. Pada 3 September 2026 kami membuka halaman berlabel tipe 90 di portal 99.co untuk dua belas wilayah sekaligus, mulai Sleman, Bandung, Bekasi, Surabaya, Tangerang, Depok, Semarang, Malang, Bogor, Yogyakarta, Sidoarjo, sampai Bantul, masing-masing dua halaman. Terkumpul 476 iklan unik, dan 444 di antaranya mencantumkan luas tanah sekaligus luas bangunan.
Dari 444 iklan itu, hanya 90 yang luas bangunannya benar-benar 90 m2. Luas bangunan yang paling sering muncul di halaman berlabel tipe 90 justru 100 m2, sebanyak 128 iklan, disusul 90 m2 sebanyak 90 iklan, 110 m2 sebanyak 58 iklan, dan 105 m2 sebanyak 29 iklan. Sisanya tersebar di 92, 95, 96, 102, 104, 112, 115, 118, dan seterusnya.
Karena itu langkah pertamamu bukan melihat denah, melainkan mengunci angkanya. Minta luas bangunan yang tercatat di Persetujuan Bangunan Gedung dan luas tanah yang tercatat di surat ukur, bukan angka di brosur. Cara memeriksa keduanya, termasuk kapan harus mengukur ulang sendiri, sudah kami uraikan di rumah tipe 36. Kalau bangunannya belum berizin sama sekali, mulai dari IMB dan PBG sebelum melangkah lebih jauh.
Yang dibeli 20 m2 di atas tipe 70
Anggap kamu sudah memastikan unitnya memang 90 m2. Pertanyaan berikutnya yang wajar: apa sebenarnya yang kamu dapat dibanding tipe 70, dan apakah 90 m2 cukup untuk empat kamar tidur seperti yang sering dijanjikan iklan?
Karena 90 tidak punya program ruang resmi, cara paling jujur menjawabnya adalah membaca dua anak tangga yang mengapitnya di Lampiran Peraturan Menteri yang sama. Hasilnya mengejutkan.
| Ruang | Tipe C (70 m2) | Tipe B (120 m2) |
|---|---|---|
| Ruang tidur | 3 | 3 |
| Kamar mandi dan WC | 1 | 1 |
| Ruang tamu | 1 | 1 |
| Ruang makan | 1 | 1 |
| Dapur, gudang, ruang cuci | ada | ada |
| Ruang kerja | tidak ada | 1 |
| Ruang duduk | tidak ada | 1 |
| Garasi | tidak ada | 1 |
| Ruang tidur pembantu dan kamar mandinya | tidak ada | 1 dan 1 |
Naik dari 70 m2 ke 120 m2, yaitu tambahan 50 m2 penuh, tidak menambah satu pun kamar tidur dan tidak menambah kamar mandi utama. Yang bertambah adalah ruang kerja, ruang duduk, garasi, serta satu set kamar dan kamar mandi pembantu. Jumlah kamar tidur tiga sudah tercapai sejak 70 m2, dan sebelum itu, Tipe D 50 m2 serta Tipe E 36 m2 sama-sama dua kamar tidur.
Terjemahannya untuk 90 m2 begini. Kalau brosur menjanjikan empat kamar tidur di 90 m2, kamu sedang melihat rancangan yang lebih padat daripada standar rumah negara mana pun di sekitarnya, bukan rancangan yang lebih lapang. Itu boleh saja, dan banyak keluarga memang memilihnya, tetapi kamu perlu masuk dengan mata terbuka: yang dikorbankan biasanya lebar kamar, sirkulasi, dan ruang simpan. Pertanyaan yang lebih berguna daripada "berapa kamarnya" adalah "berapa ukuran setiap kamarnya", dan mintalah denah berskala, bukan gambar suasana.
Perhatikan pula satu hal yang jarang disadari: bahkan Tipe B seluas 120 m2 hanya menetapkan satu kamar mandi utama. Jadi kalau unit 90 m2 yang kamu lihat memasang dua kamar mandi, itu keputusan pengembang yang memakan sekitar 6 sampai 8 m2 dari total lantai, dan angka itu diambil dari suatu tempat. Cari tahu dari mana.
Luas tanah yang benar-benar dibutuhkan
Sekarang kembali ke rasio 2,4 sampai 2,9 kali tadi, dan bandingkan dengan kenyataan pasar. Dari 90 iklan yang luas bangunannya tepat 90 m2 pada snapshot 3 September 2026, sebaran luas tanahnya begini.
| Ukuran sebaran | Luas tanah | Rasio terhadap 90 m2 |
|---|---|---|
| Terkecil | 32 m2 | 0,4 kali |
| Kuartil bawah | 90 m2 | 1,0 kali |
| Median | 105 m2 | 1,2 kali |
| Kuartil atas | 124 m2 | 1,4 kali |
| Terbesar | 261 m2 | 2,9 kali |
| Interpolasi tangga resmi | sekitar 260 m2 | 2,9 kali |
Hanya satu dari 90 iklan yang mencapai luas tanah setara interpolasi tangga resmi. Median pasar berada di 1,2 kali luas bangunan, sedangkan tangga resmi berada di 2,9 kali. Ini bukan berarti pasar salah dan aturan benar, karena rumah negara dirancang untuk konteks yang berbeda. Yang perlu kamu tarik darinya adalah kesadaran bahwa tipe 90 hari ini praktis selalu berarti rumah bertingkat atau rumah dengan halaman nyaris nol, bukan rumah satu lantai berhalaman.
Aritmetikanya bisa kamu kerjakan sendiri dan hasilnya tegas. Untuk membangun 90 m2 dalam satu lantai, luas tanah minimum adalah 90 dibagi koefisien dasar bangunan yang diizinkan. Definisi koefisien dasar bangunan beserta dasar hukumnya sudah dibahas di rumah tipe 60, jadi di sini langsung ke hasilnya.
- Koefisien dasar bangunan 50 persen, luas tanah minimum 180 m2. Dari 90 iklan, hanya 4 yang memenuhinya.
- Koefisien dasar bangunan 60 persen, luas tanah minimum 150 m2. Hanya 10 yang memenuhinya, artinya 89 persen tidak.
- Koefisien dasar bangunan 70 persen, luas tanah minimum sekitar 129 m2. Hanya 20 yang memenuhinya.
Bahkan ada 21 iklan yang luas tanahnya lebih kecil daripada luas bangunannya, dan tujuh lagi yang persis sama. Untuk kelompok itu, dua lantai bukan pilihan gaya, melainkan keharusan aritmetika. Ada pula 36 iklan berkaveling di bawah 100 m2, jadi rumah 90 m2 di atas tanah 90 m2 adalah pemandangan yang biasa, bukan anomali.
Satu catatan atas snapshot ini. Ia data iklan dari satu portal pada satu hari, jadi ia menggambarkan apa yang sedang ditawarkan, bukan populasi rumah tipe 90 di Indonesia. Kami tidak menerbitkan harganya di halaman ini karena tidak ada dataset resmi harga pasar per meter yang bisa dijadikan rujukan. Kerangka membandingkan harga antarkota ada di rumah tipe 45, dan metodologi menaksir nilai wajar ada di harga rumah.
Tipe 90 di luar semua batas program
Pertanyaan yang hampir selalu muncul: apakah tipe 90 bisa memakai KPR subsidi? Jawabannya tidak, dan jaraknya jauh, bukan tipis.
Keputusan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Nomor 1722/KPTS/M/2026 tentang Kriteria Rumah Umum Tapak Dalam Fasilitasi Pemerintah Pusat, pada Diktum KESATU, menetapkan tiga batas fisik sekaligus: luas lahan efektif 60 m2 sampai 200 m2, lebar muka kaveling minimal 5 m, dan luas lantai minimal 21 m2 sampai dengan 36 m2. Luas lantai 90 m2 adalah dua setengah kali batas atas 36 m2 itu. Jadi tipe 90 bukan rumah subsidi, tidak pernah, dan tidak ada tafsir yang bisa membuatnya menjadi rumah subsidi. Riwayat batas 21 sampai 36 m2 itu dan cara memeriksanya dibahas di ukuran rumah subsidi, sedangkan skema pembiayaannya di KPR subsidi.
Batas kedua yang juga dilewati tipe 90 adalah pembebasan Pajak Pertambahan Nilai. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 60 Tahun 2023 mengatur batasan rumah umum yang penyerahannya dibebaskan dari PPN, dan kriteria luasnya berada jauh di bawah 90 m2. Konsekuensi pajak untuk unit di atas batas itu sudah kami uraikan di rumah tipe 70, jadi tidak diulang di sini. Yang perlu kamu lakukan cuma satu: tanyakan apakah harga yang tertulis di brosur sudah termasuk PPN atau belum, dan minta jawabannya tertulis.
Untuk pajak yang berulang setiap tahun, patokannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022. Pasal 41 ayat (1) menetapkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan paling tinggi 0,5 persen, dan Pasal 40 ayat (3) menetapkan nilai jual objek pajak tidak kena pajak paling sedikit Rp10.000.000 untuk setiap wajib pajak. Tarif yang benar-benar berlaku ditetapkan Peraturan Daerah masing-masing dan berbeda-beda, dan perbandingan antardaerahnya sudah dipegang rumah tipe 60. Yang khas untuk tipe 90 hanyalah efek skalanya: karena luas bangunan masuk sebagai komponen nilai, unit 90 m2 menanggung tagihan tahunan yang lebih besar daripada 36 m2 di lingkungan yang sama, dan selisihnya berulang setiap tahun selama kamu memiliki rumah itu. Uraian operasionalnya ada di PBB rumah.
Biaya bulanan yang ditentukan daya
Bagian ini yang paling jarang dihitung calon pembeli, padahal ia biaya yang muncul setiap bulan seumur kamu tinggal di sana. Rumah 90 m2 dengan tiga sampai empat kamar dan beberapa pendingin ruangan hampir selalu mendorongmu naik golongan daya, dan naik golongan daya di Indonesia bukan cuma soal batas beban, melainkan soal harga per kilowatt jam yang berbeda.
Penetapan penyesuaian tarif tenaga listrik PT PLN untuk Juli sampai September 2026, yang ditetapkan di Jakarta pada 1 Juli 2026 dan mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 7 Tahun 2024, memuat angka berikut untuk golongan rumah tangga.
| Golongan | Batas daya | Biaya pemakaian per kWh | Rekening minimum per bulan |
|---|---|---|---|
| R-1/TR | 900 VA rumah tangga mampu | Rp1.352,00 | Rp48.672 |
| R-1/TR | 1.300 VA | Rp1.444,70 | Rp75.124 |
| R-1/TR | 2.200 VA | Rp1.444,70 | Rp127.134 |
| R-2/TR | 3.500 VA sampai 5.500 VA | Rp1.699,53 | Rp237.934 pada 3.500 VA |
| R-3/TR dan TM | 6.600 VA ke atas | Rp1.699,53 | Rp448.676 pada 6.600 VA |
Ada satu lompatan tajam di tabel itu, dan letaknya persis di tempat rumah tipe 90 biasanya berada. Begitu daya tersambung naik dari 2.200 VA ke 3.500 VA, harga per kilowatt jam melonjak dari Rp1.444,70 menjadi Rp1.699,53, naik 17,6 persen. Kenaikan itu berlaku untuk seluruh pemakaianmu, bukan hanya untuk kelebihannya. Jadi rumah yang tadinya menghabiskan 300 kWh sebulan pada 2.200 VA membayar sekitar Rp433 ribu, dan rumah yang sama pada 3.500 VA membayar sekitar Rp510 ribu untuk listrik yang sama persis banyaknya.
Kolom terakhir tabel itu juga perlu kamu pahami, karena ia lantai yang tidak bisa kamu hindari dengan berhemat. Dokumen penetapan itu mencantumkan Rekening Minimum dengan rumus 40 jam nyala dikali daya tersambung dalam kVA dikali biaya pemakaian. Pada 3.500 VA, itu 40 dikali 3,5 dikali Rp1.699,53, yaitu Rp237.934 per bulan, dan angka itu tetap ditagihkan meski rumahnya kamu tinggal pergi sebulan penuh. Pada 4.400 VA lantainya Rp299.117 dan pada 5.500 VA lantainya Rp373.897. Bandingkan dengan lantai Rp127.134 pada 2.200 VA, dan kamu melihat selisih hampir Rp111 ribu per bulan yang muncul semata karena keputusan memilih daya.
Angka tariff adjustment di atas hanya berlaku untuk periode Juli sampai September 2026 dan ditinjau berkala mengikuti kurs, harga minyak mentah, dan inflasi, jadi periksa penetapan terbaru sebelum memakainya untuk anggaran. Satu catatan cara baca: PLN menerbitkan penetapan itu sebagai berkas satu halaman yang isinya gambar hasil pindai tanpa lapisan teks, jadi angkanya tidak bisa dicari dengan pencarian teks dan harus dibaca dari gambarnya. Kami membacanya langsung dari berkas itu.
Dua pos bulanan lain yang tidak punya angka nasional, jadi harus kamu tanyakan sendiri. Air, karena tarif perusahaan daerah air minum ditetapkan per daerah dan tidak ada tarif nasional, sehingga cara tercepat adalah meminta tiga tagihan terakhir kepada penjual. Dan iuran pengelolaan lingkungan, kalau unitnya berada di kluster, yang besarnya ditetapkan pengelola dan bisa berubah, dan yang dasar serta cara memeriksanya kami bahas di rumah kluster.
Yang wajib diperiksa sebelum membeli
Ringkasan langkah, disusun mengikuti urutan yang paling sering menyelamatkan orang dari keputusan mahal.
- Kunci angka luasnya. Minta luas bangunan dari Persetujuan Bangunan Gedung dan luas tanah dari surat ukur. Ingat, 4 dari 5 iklan di halaman berlabel tipe 90 ternyata bukan 90 m2.
- Hitung rasio tanah terhadap bangunan. Kalau di bawah 1,4 kali, asumsikan rumahnya bertingkat atau berhalaman nyaris nol, lalu periksa apakah itu memang yang kamu mau.
- Cek koefisien dasar bangunan yang berlaku di lokasi itu. Bandingkan dengan 90 dibagi koefisiennya. Kalau kavelingnya tidak memenuhi dan bangunannya satu lantai, cari tahu kenapa.
- Minta denah berskala, lalu ukur kamarnya. Jangan menghitung jumlah kamar, hitung lebar dan panjang setiap kamar. Standar resmi tertinggi yang setara pun hanya menetapkan tiga ruang tidur.
- Tanyakan status PPN pada harga brosur. Tipe 90 berada di luar batas rumah umum yang dibebaskan, jadi kejelasan ini menentukan dana tunai yang kamu siapkan.
- Cek daya listrik terpasang dan riwayat tagihannya. Minta tiga tagihan terakhir untuk listrik dan air. Ini pos yang paling sering meleset dari anggaran keluarga baru.
- Hitung ulang total biaya kepemilikan. Angsuran, PBB tahunan dibagi dua belas, listrik, air, iuran lingkungan, dan cadangan perawatan.
Setelah semuanya jelas, uji apakah angkanya benar-benar sanggup kamu pikul. Masukkan harga dan tenor ke kalkulator simulasi KPR, lalu uji batas kemampuanmu di kalkulator kelayakan KPR, dan jangan lupa dana tunai di luar cicilan lewat kalkulator biaya beli rumah. Kerangka menilai kualitas lingkungan dan legalitasnya ada di cara menilai perumahan, dan kalau ini rumah pertamamu, mulai dari beli rumah pertama.
Pertanyaan umum
Rumah tipe 90 itu luas tanah atau luas bangunan? +
Luas bangunan, yaitu luas lantai 90 m2. Luas tanahnya adalah angka lain yang biasanya ditulis setelah garis miring, misalnya 90/120 berarti bangunan 90 m2 di atas tanah 120 m2. Dari 90 iklan berluas bangunan tepat 90 m2 yang kami catat pada 3 September 2026, luas tanah mediannya 105 m2, dengan kuartil bawah 90 m2 dan kuartil atas 124 m2.
Apakah ada standar resmi untuk rumah tipe 90? +
Tidak ada. Pasal 5 ayat (1) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/PRT/M/2008 hanya mengenal enam tipe rumah negara, yaitu Khusus 400 m2, A 250 m2, B 120 m2, C 70 m2, D 50 m2, dan E 36 m2. Angka 90 tidak ada di dalamnya, sehingga tipe 90 adalah label pasar tanpa program ruang baku. Patokan resmi terdekat di bawahnya adalah Tipe C dan di atasnya Tipe B.
Berapa luas tanah yang wajar untuk rumah tipe 90? +
Bergantung pada apakah rumahnya satu lantai atau bertingkat. Untuk satu lantai, luas tanah minimum adalah 90 dibagi koefisien dasar bangunan yang diizinkan, yaitu sekitar 129 m2 pada 70 persen, 150 m2 pada 60 persen, dan 180 m2 pada 50 persen. Sebagai kalibrasi, tangga rumah negara memasangkan 70 m2 dengan tanah 200 m2 dan 120 m2 dengan tanah 350 m2, sehingga 90 m2 seharusnya berpasangan dengan sekitar 260 m2. Di pasar, hanya 1 dari 90 iklan yang mencapai angka itu.
Rumah tipe 90 muat berapa kamar tidur? +
Iklan sering menjanjikan empat, tetapi standar resmi menyarankan lebih hati-hati. Pada Lampiran Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/PRT/M/2008, Tipe C seluas 70 m2 sudah memuat tiga ruang tidur, dan Tipe B seluas 120 m2 pun tetap tiga ruang tidur dengan satu kamar mandi utama. Tambahan luas pada tangga resmi dipakai untuk ruang kerja, ruang duduk, garasi, dan set pembantu, bukan untuk kamar tidur keempat. Jadi tanyakan ukuran setiap kamar, bukan jumlahnya.
Apakah rumah tipe 90 bisa memakai KPR subsidi? +
Tidak bisa. Keputusan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Nomor 1722/KPTS/M/2026 pada Diktum KESATU membatasi luas lantai rumah umum tapak yang difasilitasi pemerintah pada 21 m2 sampai dengan 36 m2, dengan luas lahan efektif 60 m2 sampai 200 m2 dan lebar muka kaveling minimal 5 m. Luas 90 m2 adalah dua setengah kali batas atas 36 m2 tersebut, sehingga tipe 90 berada jauh di luar kriteria program.
Berapa daya listrik yang dibutuhkan rumah tipe 90? +
Tidak ada ketentuan yang mengaitkan luas rumah dengan daya, karena yang menentukan adalah beban puncak peralatanmu. Yang perlu kamu tahu adalah konsekuensi biayanya. Pada penetapan penyesuaian tarif PLN periode Juli sampai September 2026, golongan R-1/TR sampai 2.200 VA dikenai Rp1.444,70 per kWh, sedangkan R-2/TR 3.500 VA sampai 5.500 VA dikenai Rp1.699,53 per kWh, selisih 17,6 persen untuk seluruh pemakaian. Rekening minimumnya pun naik dari Rp127.134 menjadi Rp237.934 per bulan.
Kenapa iklan bertanda tipe 90 luas bangunannya bukan 90 m2? +
Karena label tipe di portal properti berfungsi sebagai rentang, bukan ukuran pasti. Dari 444 iklan berlabel tipe 90 yang mencantumkan luas tanah dan bangunan pada 3 September 2026, hanya 90 yang luas bangunannya benar-benar 90 m2. Yang paling banyak justru 100 m2 sebanyak 128 iklan, lalu 110 m2 sebanyak 58 iklan. Karena itu jangan menegosiasikan harga berdasarkan labelnya, pakailah luas yang tercatat di Persetujuan Bangunan Gedung dan surat ukur.
- Permen PU Nomor 22/PRT/M/2008 tentang Pedoman Teknis Pengadaan, Pendaftaran, Penetapan Status, Penghunian, Pengalihan Status, dan Pengalihan Hak Atas Rumah Negara (JDIH Kementerian PU, PDF) - Diunduh dan dibaca 3 September 2026, berkas PDF 2.505.978 byte. Pasal 5 ayat (1) memuat enam tipe berikut luas bangunan dan luas tanahnya: Khusus 400 m2 di atas 1.000 m2, A 250 m2 di atas 600 m2, B 120 m2 di atas 350 m2, C 70 m2 di atas 200 m2, D 50 m2 di atas 120 m2, dan E 36 m2 di atas 100 m2. Angka 90 tidak ada. Pasal 5 ayat (2) menetapkan toleransi kelebihan luas tanah 20 persen untuk DKI Jakarta, 30 persen untuk ibu kota provinsi, 40 persen untuk kota atau ibu kota kabupaten, dan 50 persen untuk perdesaan. Lampiran memuat fasilitas ruang per tipe, dan dari situ diambil temuan bahwa Tipe C dan Tipe B sama-sama tiga ruang tidur dengan satu kamar mandi dan WC, sedangkan Tipe B menambahkan ruang kerja, ruang duduk, garasi, ruang tidur pembantu, dan kamar mandi pembantu
- Halaman peraturan Permen PU Nomor 22/PRT/M/2008 (peraturan.bpk.go.id) - Diakses 3 September 2026, judul halaman terverifikasi Permen PUPR No. 22 Tahun 2008. Dipakai untuk memeriksa metadata dan status peraturan yang naskahnya diunduh dari JDIH Kementerian PU
- Kepmen PKP Nomor 1722/KPTS/M/2026 tentang Kriteria Rumah Umum Tapak Dalam Fasilitasi Pemerintah Pusat (JDIH Kementerian PKP, PDF) - Diunduh dan dibaca 3 September 2026, berkas PDF 254.587 byte. Diktum KESATU menetapkan luas lahan efektif 60 m2 sampai dengan 200 m2, lebar muka kaveling minimal 5 m, dan luas lantai minimal 21 m2 sampai dengan 36 m2. Dipakai sebagai dasar pernyataan bahwa luas lantai 90 m2 berada dua setengah kali di atas batas atas kriteria rumah umum tapak
- PT PLN, Penetapan Penyesuaian Tarif Tenaga Listrik bulan Juli sampai September 2026 (PDF) - Diunduh dan dibaca 3 September 2026, berkas PDF satu halaman berukuran 361.828 byte, ditetapkan di Jakarta pada 1 Juli 2026 dan ditandatangani Direktur Utama Darmawan Prasodjo. PENTING: berkas ini TIDAK punya lapisan teks, isinya gambar hasil pindai, sehingga angkanya dibaca dari gambar. Biaya pemakaian reguler yang tercantum: R-1/TR 900 VA rumah tangga mampu Rp1.352,00 per kWh; R-1/TR 1.300 VA dan 2.200 VA Rp1.444,70 per kWh; R-2/TR 3.500 VA sampai dengan 5.500 VA Rp1.699,53 per kWh; R-3/TR dan TM 6.600 VA ke atas Rp1.699,53 per kWh. Catatan pada dokumen menyebut Rekening Minimum RM1 sama dengan 40 jam nyala dikali daya tersambung dalam kVA dikali biaya pemakaian, dan angka rekening minimum di artikel ini adalah hasil menerapkan rumus itu
- PT PLN, halaman Penyesuaian Tarif dan Golongan Tarif - Diakses 3 September 2026 lewat peramban sungguhan. Menyatakan tarif tenaga listrik mengacu pada Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2024, bahwa penyesuaian tarif dilaksanakan setiap bulan dengan tiga indikator yaitu kurs rupiah terhadap dolar Amerika, harga minyak mentah Indonesia, dan inflasi, serta bahwa 13 dari 37 golongan tarif mengalami penyesuaian. Dari halaman ini pula tautan berkas penetapan Kuartal 3 2026 diambil. Catatan teknis: isinya dirender lewat JavaScript, klien non-peramban menerima kerangka halaman kosong
- Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik Yang Disediakan Oleh PT Perusahaan Listrik Negara (peraturan.bpk.go.id) - Diakses 3 September 2026. Status pada halaman JDIH: Berlaku, ditetapkan dan berlaku 6 Juni 2024, hanya punya blok Mencabut terhadap Permen ESDM Nomor 8 Tahun 2023 dan perubahan-perubahan sebelumnya atas Permen ESDM Nomor 28 Tahun 2016, tanpa blok Dicabut dengan
- UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (peraturan.bpk.go.id, PDF) - Diunduh dan dibaca 3 September 2026, berkas 8.695.984 byte. Pasal 41 ayat (1) menetapkan tarif PBB-P2 paling tinggi sebesar 0,5 persen. Pasal 40 ayat (3) menetapkan NJOP tidak kena pajak paling sedikit sebesar Rp10.000.000 untuk setiap wajib pajak
- PMK Nomor 60 Tahun 2023 tentang Batasan Rumah Umum, Pondok Boro, Asrama Mahasiswa dan Pelajar, Serta Pekerja Yang Dibebaskan Dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (peraturan.bpk.go.id) - Diakses 3 September 2026. Status pada halaman JDIH: Berlaku, hanya punya blok Mencabut terhadap PMK Nomor 81/PMK.010/2019, tanpa blok Dicabut dengan. Dipakai sebagai rujukan bahwa pembebasan PPN untuk rumah umum punya batasan luas yang berada di bawah 90 m2, sedangkan rincian angkanya dibahas pada halaman rumah tipe 70
- Daftar rumah dijual dengan filter tipe 90, 99.co - Dicatat 3 September 2026 lewat peramban sungguhan. Pola URL yang sama dipakai untuk dua belas wilayah, yaitu Sleman, Bandung, Bekasi, Surabaya, Tangerang, Depok, Semarang, Malang, Bogor, Yogyakarta, Sidoarjo, dan Bantul, masing-masing dua halaman. Terkumpul 476 iklan unik, 444 di antaranya mencantumkan luas tanah sekaligus luas bangunan, dan hanya 90 yang luas bangunannya tepat 90 m2. Snapshot ini dipakai HANYA untuk luas, bukan untuk harga. Catatan teknis: portal ini membalas 403 dengan halaman tantangan Cloudflare untuk klien non-peramban, jadi pemeriksa otomatis bisa melaporkannya gagal meski halamannya hidup
Cara kami memilih sumber, memeriksa angka, dan menerima koreksi dijelaskan di kebijakan editorial.